Bubur Merah Bubur Putih


Jujur saja, judul ini diambil secara random untuk dikait-kaitkan dengan sang merah-putih yang begitu populer di bulan Agustus ini. Bubur-buburan ini tidak berkaitan secara langsung dengan peringatan Hari Kemerdekaan yang baru saja kita rayakan 17 Agustus lalu. Kendati begitu, sama seperti simbol warna pada bendera negara kita, merah pada bubur merah-putih melambangkan keberanian, sementara putih pada bubur merah-putih melambangkan kesucian. 

Ada beberapa peristiwa yang melatari tradisi bubur merah bubur putih ini, antara lain sebagai penanda pemberian atau penggantian nama. Pada setiap nama yang diberikan, dititipkan doa agar penyandangnya tumbuh menjadi seseorang yang berani dan suci.

Di edisi ini, www.salamatahari.com ini hadir dengan posting seputar nama-nama baru dan penggantian nama. Ada Anak Beruang yang mempertanyakan namanya sendiri, bunglon di rumah Dea yang dinamai Kermit Ikano, gadis kecil di angkot yang menamai dirinya sendiri Alyana Princess, Jia Effendie yang tak menyukai nama panggilannya di masa lalu, dan Mork si makhluk planet Ork yang berganti-ganti peran serta nama.

Saya akan menutup inti matahari kali ini dengan sebuah pertanyaan yang paling umum diucapkan saat kita berkenalan dengan seseorang.

“Siapa namamu?”

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea


Alyana Princess

Pada suatu siang yang terik benderang, dalam perjalanan berangkot, saya bertemu dengan anak perempuan kecil ini:


“Kamu gaya amat, sih? Namanya siapa?” tanya saya geregetan.
“Alyana Princess,” sahutnya percaya diri.
“Nambah-nambahin sendiri. Alyana Nabila, Tante,” celetuk sang mama sambil tersenyum kecil.
Saya tertawa. Saat menangkap mata saya, mama Alyana jadi ikut tertawa.

Mork


mork
gambar diambil dari sini
Mork
14 September 1978 – 11 Agustus 2014


Kita mengenalnya sebagai Robin Williams yang berperan sebagai Mork. Tetapi siapa tahu ia adalah Mork yang berperan sebagai Robin Williams? Ini mungkin semacam obituari. Mungkin juga bukan.

Dengan pesawat luar angkasa berbentuk telur, Mork datang ke dunia dari planet Ork, dimana humor adalah sesuatu yang terlarang. Mork lantas mendapat tugas mempelajari tingkah laku manusia dan melaporkan hasilnya pada supervisinya, Orson, yang selalu hadir dalam bentuk suara saja. Mork hadir sebagai kesayangan pemirsa di serial televisi “Mork and Mindy”. 

Namun setelah tanggal 27 Mei 1982, Mork tidak lagi dipanggil Mork dan tak menceritakan kisah baru lagi di layar kaca. Ia lebih sering dipanggil Robin Williams. Kadang ia berganti-ganti nama. Ia pernah menjadi dokter pengasih bernama Hunter Doherty Adams dalam “Patch Adams”, menjadi Daniel Hillard sekaligus Mrs. Doubtfire dalam “Mrs. Doubtfire”, bahkan menjadi Genie yang lincah dan ceria dalam “Alladin”. Di tengah-tengah manusia dan bumi, dimana humor diizinkan tumbuh seperti bunga liar, Mork berganti-ganti nama, namun tampaknya tak pernah berganti tujuan: mempelajari tingkah laku manusia, menampilkannya dalam peran, menggelitik dan mengkritik tanpa mengintimidasi, kemudian membuat kita tertawa dan menangis sekaligus. 

Pujia Pernami Effendie dan Nama-nama Itu

Nama penanyIMG-20140826-WA000a adalah Jia Effendie. Penulis yang sudah menulis sekitar dua belas buku keroyokan, dua buku kumpulan cerpen karya sendiri, dan sedang merampungkan novelnya ini, ternyata mempunyai nama asli Pujia Pernami Effendie. Psst … ternyata dia kurang suka dipanggil Puji. 

Saat ini Jia pun tengah mengandung anak pertama. Ada nama bayi yang sempat dipersiapkan, tapi pada akhirnya Jia pun kurang sreg dengan nama-nama tersebut.

Sebetulnya bagaimana, sih? Langsung ngobrol saja, deh ya …



Anak Beruang Bertanya

kupingan
 
Pertanyaan ini boleh kamu respon di kolom komentar

Mata Kermit Ikano

Bunglon ini pertama kali ke-gep ada di rumah Ikan Paus dan Dea pada suatu siang, ketika dia lagi nangkring di kursi rotan kami. Waktu itu Ikan Paus dan Dea baru pulang bayar listrik. Pas kami buka pintu, si bunglon tampak kaget. Dia langsung lompat turun dari kursi rotan, mengendap-endap di lantai, terus ngibrit ke kebun. 


“Kenapa dia harus ngendap-endap dulu, nggak langsung lari aja?” tanya Dea ke Ikan Paus.
“Karena dia pikir dia nggak keliatan. Dia kira warna dia sama sama lantai kita,” saut Ikan Paus.
“Terus kenapa dia nggak nyamain warnanya sama lantai kita? Dia kan bunglon …”
“Perubahan warna bunglon sebenernya terbatas. Paling jauh dia cuma bisa berubah warna jadi abu-abu…”
“Oh, gitu ya, aku baru tau …”