Risalah 2016-2017

Di tahun 2016, saya mengalami pasang surut yang cukup ekstrim. Ada kehilangan-kehilangan besar yang menjelma cahaya, menghambur seperti kunang-kunang menerangi jembatan-jembatan patah yang sudah diperbaiki masa, kemudian menuntun jalan dan mengantar saya menyeberangi jembatan tersebut.

Segala yang pergi hadir berpasangan dengan yang kembali. Dua tahun yang lalu saya menyesapnya dalam-dalam, tetapi tak sanggup merumuskannya dalam satu posting blog apa lagi resolusi yang padat, terang, dan sistematis. 

Tahun 2017 adalah sekuel dari tahun sebelumnya. Meskipun relatif lebih tenang, berbagai peristiwa mengajarkan banyak hal kepada saya. Di penghujung tahun saya sampai kepada sebuah resolusi yang bisa jadi akan berlaku sepanjang waktu. Saya sadar bahwa di dalam hidup hanya ada dua hal yang betul-betul saya inginkan:


Tidak berhenti menulis, apapun bentuk tulisannya,
dan
hidup tenang


Segala sesuatu yang saya lakukan kemudian akan berpusat kepada kedua hal tersebut. Memahami ini membuat saya lebih mudah memutuskan apa yang penting dan yang tidak di dalam hidup saya. Di tahun 2016 saya belajar mempertahankan dan melepaskan. Di tahun 2017 saya belajar mengerti mengapa saya harus mempertahankan dan melepaskan.

Kita bisa memilih menjadi tinggi atau menjadi lapang. Keduanya mempunyai perjuangan, konsekuensi, dan kekayaannya sendiri-sendiri. 

Ketika memilih menjadi tinggi, memanjatlah dengan tangguh dan berani. Ketika memilih menjadi lapang, bergeraklah tanpa berbatas. 

Pada akhirnya, apapun caranya, kita tetap perlu berbuat sesuatu dan memberi.

Selamat tahun baru 2018
Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea