Kairos



And who are you? Time who subdues all things.
Why do you stand on tip-toe? I am ever running.
And why you have a pair of wings on your feet?  I fly with the wind.*

Setahu saya bangsa Yunani kuno punya dua kata yang merepresentasikan waktu. Pertama Kronos, mengacu pada waktu yang bergerak konstan dan konsisten, kedua Kairos, mengacu pada waktu kualitatif yang bersifat relatif.

Kairos adalah momen. Di sela-sela kronos yang fana, ia dapat mencipta keabadian. Tetapi ketika rentang kronos tampak mustahil diputus, hanya kairos pulalah yang mampu meretasnya.

And why do you hold a razor in your right hand?
As a sign to men that I am sharper than any sharp edge*

Ketika saya menutup mata, telinga saya dengan tajam menangkap suara detik jam yang verbal, mekanis, dan pasti. Tetapi ketika saya menghela nafas saya sendiri, kairos berbicara dengan kata-kata yang bahkan tak punya pelafalan.

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea



*Epigram Posseidippos pada patung Kairos karya Lysippos

Dear Em

 
Em paling kanan. 6 Agustus 1982 - 7 Agustus 2016
 
Apa kabar di sana? Gue udah kirim surat lagi aja ini hahaha…

Btw, pas ke Tanjung Barat kemaren gue naek travel baru. Sebenernya ini bukan travel baru juga, sih. Tadinya Ci*****ti, tapi ganti management.

Ternyata travel ini lebih lucu daripada B****a, travel favorit kita. Di B****a sekali naek biasanya kita cuma nemu satu kelucuan. Nah. Di silumannya Ci*****ti ini lucunya combo.  Pas gue telpon, dia masih ngaku sebagai Ci*****ti.  Dia ngasih tau di mana pool-nya,  tapi nggak ngasih tau namanya yang baru. Jadi nyasarlah gue karena nggak nemu plang Ci*****ti. Terus sambil nunggu travelnya dateng, ada banyak kelucuan-kelucuan kecil lainnya. Gue sama Ikan Paus lumayan terhibur.  

Pas mau pulang, gue naek travel itu lagi. Sempet ada adegan supirnya kelupaan bawa paket dan kami balik lagi ke pool. Di pool si supir pake acara berantem-berantem semi lawak dulu sama resepsionsinya dan membahas hal-hal intern di depan gue sama Ikan Paus (kami nggak ngerti sih hahaha). Sepanjang jalan juga obrolan sama supirnya aneh-aneh. Terus pas ujan … tiba-tiba mobilnya bocor aja dong.

Lo tau nggak apa nama travelnya? Ini:

Aku Zine-ta Kepadamu

-Kineruku, 20 Agustus 2016-

TALKSHOW: “Geliat Media Alternatif Di Tengah Era Konvergensi Media”



“Jadi … zine itu sebuah opsi, atau oposisi?” cetus Pramilla Deva, penggiat zine dan media alternatif yang menjadi pembicara pada talkshow sore itu.

“Bisa opsi, bisa oposisi, tapi semanangat perlawanannya tetap perlu ada,” tanggap Adi Marsiella, ketua Aliansi Juranlis Independen yang juga menjadi pembicara bersama Milla dan Ibu Santi Indra Astuti, akademisi dan pemerhati media alternatif.

Judul talkshow tersebut berat sekali. Kendati begitu, Idhar Rosmadiselaku moderator, mampu membangun suasana menjadi hangat dan cerah seperti cuaca di Kineruku sore itu. Talkshow tersebut merupakan pengantar untuk keriaan Bandung Zine Fest yang akan digelar pada tanggal 27 Agustus 2016 mendatang, di Spasial, Gudang Selatan. Di sana, zine akan merayakan diri dan dirayakan bersama-sama.

Zine hadir ketika ada kebutuhan ekspresi dan informasi yang tidak dapat dipenuhi oleh media mainstream. Ketika ada isu besar yang memegang kendali dan dibangun berdasarkan banyak kepentingan, zine hadir dengan kemerdekaannya. Ia adalah media yang menjaga keseimbangan dari luar sistem.

Cup(e)likan Jakarta di Kota Saya

"Kalau telat pulang kerja, gw selalu sedih banget. Anak gw udah tidur dan gw keilangan momen berharga main sama dia. Makanya gw bener-bener ngehargain weekend..."

Sebagai "budak korporat" (istilah temen Dea) di Jakarta, temen Dea ini nyaris nggak ada waktu sama keluarga. Makanya dia sangat ngehargain momen-momen kecil kayak main sebentar abis pulang kerja atau mampir ke mall geje deket rumahnya. "Di mall itu ada choo-choo train, gw suka naik itu duaan sama anak gw, seneng dia," kata temen Dea dengan mata bersinar.

Cerita temen Dea kemaren bikin Dea jadi ngerti kenapa banyak orang Jakarta yg rela bermacet-macet di Bandung setiap akhir pekan. Dea jadi nggak pengen marah lagi sama mobil-mobil Jakarta yg menuhin Bandung pas weekend. Mereka butuh momen itu dan Dea jadi nggak keberatan ngebagi kota ini sama mereka.

Selamat akhir pekan, Temen-temen, peluk sayang dari Dea buat kalian sekeluarga :)

 Sundea