Mata Air

Apa yang bertolak dari mata air menempuh jalan yang bercabang dan berliku. Mereka menghanyutkan banyak tokoh dan peristiwa, membawa limbah, tersumbat sampah, menciptakan kekeruhan yang membuat kita sulit melihat sampai ke dasar, dan tak bisa betul-betul mempercayai yang terlihat di cermin.

Saat ini, suling yang mungkin tersuling
dan endapkan dulu apa yang masih bisa diendapkan.

Ziarah adalah perjalanan menuju sumber mata air yang sungguh-sungguh jernih.

Di luar diri, di dalam diri.

Selamat Tri Hari Suci Waisak

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea



Sekar Ayu Asmara, Sang Pencerita Lintas Medium



Teman-teman pasti pernah mendengar “Biola Tak Berdawai” dan “Pintu Terlarang”.  Sekar Ayu Asmara adalah story teller di baliknya.

“Biola Tak Berdawai” merupakan film yang ditulis dan disutradarai Ibu Sekar, kemudian diadaptasi dalam bentuk novel oleh sastrawan Seno Gumira Ajidarma. Sementara “Pintu Terlarang” yang berangkat dari novel Bu Sekar, lantas diangkat ke layar lebar oleh sutradara kenamaan Joko Anwar.

Apa alasan Ibu Sekar menulis? Tahukah kamu bahwa Ibu Sekar pun melukis dan menulis puisi anak? Mengapa ia tertarik pada topik ibu dan anak? Apa saja medium berceritanya? Bagaimana kisah di balik adaptasi naskahnya? Karya apa yang saat ini sedang digarapnya?

Semua bisa dibahas lengkap dalam wawancara berikut ini…

Pui-Si Kulang Pandai Bernyanyi

Ketika saya sedang mengetik, sejilid buku berwajah kuda laut berenang-renang menghampiri saya. Tunggu dulu. Berenang? Bagaimana mungkin? Ini bukan di laut. Sebelum kebingungan saya terjawab, buku berwajah kuda laut itu sudah berdiri di hadapan saya dan bicara dengan mulut bergelembung-gelembung.



“Hai, Dea, aku Si Kulang Pandai Bernyanyi,” suaranya seperti orang yang bicara sambil berkumur.
“Kita kan nggak sedang berada di air. Kenapa kamu bisa berenang begitu?"

Iman

“Kenapa lu masih percaya surga-neraka?”
“Banyak sodara yang mimpiin anak gua. Katanya mereka ketemu anak gua lagi main di tempat yang bagus, enak, dan di situ anak gua jadi sehat. Katanya itu surga. Kalau percaya itu gua jadi tenang.”

Di tengah kejengahan mendengar isu agama yang kerap menjadi senjata untuk saling menyalahkan, kata-kata teman saya seperti percik air yang membuat saya membuka mata. Saya seperti diingatkan kembali, mengapa sebetulnya kita perlu memiliki iman. Iman – jantung dari agama yang melembagainya – adalah sesuatu yang kecil, halus, dan personal. Iman membuat manusia selalu mempunyai harapan dan percaya pada kebaikan.

Visi Misi



Onde : Eh, apaan nih? Ada ikan melata!
Ikan : Hai. Aku Fishy Misi
Onde : Visi misi? Pasti kamu ikan yang punya pandangan dan tujuan yang jelas dalam hidup ini.
Ikan : Nggak juga. Aku Fishy Misi. Artinya, aku fish -- ikan -- yang sering bilang 'permisi'.
Onde : Ngapain kamu bilang permisi?
Ikan : Karena kalau aku muter-muter, suka ada aja yg ngalang-ngalangin kayak kamu gitu. Misi, Nyet, misiii...

Onde minggir supaya Fishy Misi bisa bebas muter-muter di situ. Buat Onde, Fishy Misi dan Visi Misi nggak ada bedanya. Si Ikan punya pandangan yang jelas dari samping matanya. Tujuannya juga jelas, muter-muter di situ-situ aja, di lantai BIP, dan nggak nyari jalan menuju ke air. Atau dia emang udah nggak punya pilihan untuk pulang ke air, ya?

Nggak semua ikan milih berkegiatan dan bekerja di luar habitatnya. Buaya darat masih masuk akal karena buaya emang amfibi.

Tapi ikan darat?

Sundea