Menjamu

Bulan ini, www.salamatahari.com tidak terbit di hari keseimbangan. Ia hadir di penghujung bulan, tepat di akhir pekan, untuk menyambut dua orang teman yang bertamu. Kedua teman ini baru dan akan meluncurkan proyek-proyek kesayangan mereka. Yang satu – Nadine Chandrawinata – baru saja melepas Sea Gypsy, parfumnya sendiri. Yang satu lagi – Adjie Silarus – akan segera menerbitkan bukunya, “Sadar Penuh, Hadir Utuh”.

Khusus di edisi 162, www.salamatahari.com menghidangkan tulisan-tulisan kecil untuk menjamu Nadine dan Adjie. Zine-zine-an online ini ingin turut serta merayakan kebahagiaan mereka. Kalian pun diundang. Maka, semoga posting-posting perjamuan ini menjadi sesuatu yang dapat kalian nikmati juga.

Akhir kata, selamat menikmati perjamuan kecil di www.salamatahari.com edisi Februari.
Silakan berkenalan dengan kedua tetamu salamatahari dan proyek-proyek terbaru Nadine dan Adjie ^^

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea

Nadine Chandrawinata the #SeaSoldier

nadine mau nyelemNadine Chandrawinata adalah pencinta laut. Dengan gerakan #seasoldier-nya, Puteri Indonesia 2005 ini aktif mengkampanyekan kepedulian terhadap hewan-hewan laut. Bukan sekali-dua kali juga ia pergi menyelam ke berbagai lautan dan menjadi duta pelestarian hewan laut. 

Dalam obrolan terakhir kami beberapa waktu yang lalu, Nadine bercerita mengenai proyek terbarunya. “Aku bikin parfum. Namanya Sea Gypsy. Terinspirasi dari kecintaan aku sama laut,” ungkapnya. Nadine mendesain botol dan meramu sendiri aroma parfum tersebut. Ada cerita apa di balik proses pembuatan parfum ini …? Mari kita mengobrol dengan Nadine …


Batu, Gunting, Kertas

Beberapa waktu yang lalu, Dea nemu gambar ini di internet:
bgk 2
gambar diambil dari sini
Tau-tau Dea ngerasa kasian sama batu, gunting, dan kertas. Mungkin sebenernya mereka bertiga bertemen baik. Tapi suit jepang memaksa mereka untuk saling mengalahkan; kertas dipotong gunting, gunting dirusak batu, dan batu dibekep kertas.

Beberapa hari kemudian temen Dea cerita tentang buku “Sadar Penuh Hadir Utuh” yang ditulis Mas Adjie Silarus. Di situ ada satu bab yang judulnya “Semuanya Berawal dari Persepsi”. Karena penasaran, Dea pinjem pdf-nya dari si temen (versi cetaknya belum terbit. Nanti di akhir artikel ini Dea kasih keterangan, ya, kapan bukunya terbit dan gimana ngedapetinnya). Begitu nerima pdf-nya, Dea langsung masuk ke bagian “Semuanya Berawal dari Persepsi”.