Menyapa Tuhan



Hai Tuhan,

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea


Relax, It’s Just Religion

Judul: Bukan Perawan Maria
Pengarang: Feby Indirani
Tahun Terbit: Mei 2017
Penerbit: Pabrikultur
Tebal: 206 halaman




“Lho? Kok lu udah dateng, sih? Kan sekarang baru jam lima.”
“Kita mampir bentar di acara temen gue, ya..”

Karena saya Gemini yang hayu-an, tanpa bertanya lebih lanjut saya langsung naik ke motor teman saya. Dalam perjalanan, barulah saya mengorek lebih jauh.

“Jadi sebenernya acara temen lu itu acara apa?”
“Acara makan-makan.”
“Lah…nanti kita kenyang. Kita kan mau makan malem keluar…”
“Tenang aja, makanannya ringan. Paling sureal-sureal gitu.”
“Sureal? Sereal maksud lo?
“Sureal.”

Tabir

Langkah saya terhenti. Ambulan tua terparkir di dalam pembuangan sampah besar; sementara sampah-sampah lainnya malah bertumpuk-tumpuk di luarnya. Tanpa banyak berpikir saya memotret-motret pemandangan ajaib ini. Ketika seorang bapak yang nampaknya penduduk setempat lewat di sana, saya segera bertanya. 



“Pak, kenapa ambulannya ada di sini?” tanya saya.
“Ini yang lama. Udah ada yang baru, Neng…”

Selanjutnya kami jadi mengobrol. Saya lebih banyak mendengarkan cerita si bapak. Ia bertutur mengenai betapa besar pengaruhnya di wilayah itu, keberaniannya menghadapi RT setempat dalam rangka membela kepentingan masyarakat, serta kehidupannya sehari-hari.