Tapak Dara

Di garasi belakang rumah saya, di antara rerumput yang tumbuh tidak beraturan, tiba-tiba terbit serumpun bunga berwarna ungu. Atap garasi yang menaunginya membuat ia tak banyak tersiram air meski hujan turun deras sekali. Kendati begitu, mereka tetap bersemi tanpa berkesah. Ketika langit sedang gelap-gelapnya, raya warnanya menjadi aksen yang menyenangkan.

Nama bunga ini Tapak Dara. Jenis aslinya berwarna putih. Meski tidak tampak sekokoh pohon, mereka punya ketangguhan yang  istimewa. Tapak Dara dapat tumbuh di mana saja. Cahaya matahari yang terlalu terik tak mengeringkan mereka. Curah hujan yang tak henti-henti pun tak membuat mereka lungkrah. Mereka hidup mandiri di taman-taman. Tak perlu banyak disiram, tak perlu banyak dipupuk, dan tak mudah diserang hama.

Hanya satu hal yang membuat mereka mati dengan mudah: jika akarnya dilukai. Umumnya Tapak Dara tak bertahan hidup jika dipindahkan dari tempatnya membangun akar. Mereka bersetia pada tanahnya. Mengabdi pada semesta kecil yang mengajarkan hidup kepada mereka. Benih-benihnyalah yang akan terbang dibawa angin menuju tanah-tanah baru tempat generasi berikutnya melestarikan atma.

Di edisi ke-176, www.salamatahari.com mengangkat tema “Tapak Dara”. Bukan berarti sepanjang bulan zine-zine-an online ini  hanya  akan bercerita tentang bunga. April ini  zine-zine-an online kita akan berbagi kisah tentang “Tapak Dara” dalam segala makna.    

Jika mencermati kualitas-kualitas Tapak Dara yang saya paparkan, dapatkah kita menghakimi kuat atau lemahnya mereka …?

Selamat menyongsong Hari Kartini

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea 


Dian “Cinta” Sastrowardoyo Menggengam Erat Rahasia



“Jadi salah gue?! Salah temen-temen gue?!”

Masih ingat dialog itu? Masih ingat ekspresi Dian Sastrowardoyo yang memerankannya ketika masih dara belia? Mengapa scene tersebut sangat berkesan untuk jebolan Gadis Sampul ini?

Di sela kesibukan promo sekuel Ada Apa Dengan Cinta (AADC), Dian masih menyempatkan diri untuk mengobrol dengan www.salamatahari.com. Seperti isi kado yang pantang dibuka sebelum hari ulangtahun, Dian pantang menceritakan sinopsis film ini. “Nanti spoiler,” tepis Dian ketika saya bertanya.

Tetapi ada pembahasan-pembahasan seru lainnya di posting ini. Mau tahu? Silakan disimak ;)

Catalyst Art Market, Hujan, Tapak Dara, dan Renjana

Pada suatu siang, hujan turun deras sekali di Bandung. Di sela upaya Dea menyelamatkan jemuran, Patty dan  Dea bertukar pesan melalui whats app. Kami membahas acara Catalyst Art Market Volume 6 yang akan digelar pada tanggal 30 April - 1 Mei mendatang di Graha Purna Wira

"Ceritanya Si Catalyst pengen ngebantu jadi wadah buat artist ngebangun mimpinya," ungkap Patty.


http://kopikeliling.com/wp-content/uploads/2016/04/Poster_CAM6_fin_.jpg


Selanjutnya, obrolan kami bergulir lebih jauh lagi. Kami membahas passion, bagaimana kecintaan semacam itu membuat kita saling terhubung, memberi kontribusi di lingkaran-lingkaran kecil, kemudian membawa kebaikan kepada lingkaran yang lebih besar. Passion membawa semangat positif, memberi kita kekuatan yang lebih penuh untuk memberi dukungan terbaik kepada dunia di sekitar kita.