May

Pada minggu-minggu pertama pernikahan, waktu terasa bergerak lebih cepat. Kebiasaan-kebiasaan baru dan temponya adalah musik, sementara hidup dan keseharian yang dibagi Ikan Paus dan Dea adalah tarian baru yang butuh koreografi.

Meski menyesuaikan diri dengan ritme yang lebih cepat tak terlalu mudah, seperti dua orang yang suka menari, Ikan Paus dan Dea tetap bersenang-senang. Ada beberapa pekerjaan pribadi kami yang belum berhasil terkejar saat ini, tapi keyakinan dan kesadaran untuk menghargai passion masing-masing, membuat kami berkomitmen untuk sebisa mungking saling mendukung, bukan menuntut dan mempersempit gerak. Kami percaya sikap hati yang riang akan membuat kami segera menyelaraskan diri dengan irama.

Di negara dengan empat musim, pada bulan Mei terjadi peralihan antara musim semi dan panas, dua musim yang ceria dan optimis. Selain itu, dalam Bahasa Inggris, “may” pun mengandung makna “semoga”. Sepotong kata yang memuat doa, harapan, serta kerendahhatian sekaligus.

Bulan Mei ini, www.salamatahari.com hadir agak personal tapi spesial. Posting-posting di edisi 155 berkaitan dengan babak baru di hidup Salamatahari. Kiranya keceriaan dan kasih yang dibagikan ini dapat sampai ke tangan kalian sebagai sesuatu yang baik dan hangat. 

Semoga catatan-catatan kecil ini membuat kita senantiasa meyakini bahwa hidup tak pernah bosan menyayangi kita 

Maka menarilah mengikuti lagu apapun yang didendangkan hidup.
Dan menyanyilah dalam setiap doa yang tak putus kita teruskan…

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea

coveresized

Sinopsis

Meski terdiri dari beberapa episode, ini bukan sinetron stripping. Bukan juga serial melodrama. Tetapi hidup tahu bagaimana menulis skenario. Alurnya halus dan arif. Kenyataan pun ternyata tak lepas dari keajaiban jika kita mencermatinya. 

Begini kira-kira ceritanya …

Episode 1
“This is the one …”
“Ah masa sih? Nggak mungkin banget deh …” 

Meski sudah saling tahu sejak sekitar tahun 2008, Ikan Paus dan Dea tak pernah akrab. Hingga pada suatu hari, menjelang akhir tahun 2012, kami tiba-tiba saling terhubung. Sejak awal sekali, tanpa alasan apapun, si intuisi seperti sudah menyampaikan pesan. Tapi Dea menyangkalnya. 

“Nih, ya, dari ngeliat sekilas aja, orang pasti udah tau kalo aku sama dia nggak akan cocok. Dia klasik-klasik serius gitu, aku hore-hore penuh improvisasi gini. Nggak akan nyambung …” kata Dea pada si intuisi.
“Dunia kalian kan ada irisannya,” kata si intiusi lagi.
“Tapi kitanya nggak idup di irisan itu. Kitanya di titik ekstrim yang beda banget.”

Si intuisi menyampaikan pesannya berulang-ulang, dan berulang-ulang kali juga Dea mengingkarinya. Sampai pada suatu hari, ketika sedang berperjalanan di Bali, sesuatu yang ajaib terjadi.

“Kenapa aku harus percaya?” tanya Dea kepada intuisi.
Tiba-tiba saja mobil yang Dea tumpangi berhenti cukup lama di depan billboard ini:

Cinta Itu Panjang – mixtape Mas Hikmat Dharmawan


Buat Sundea Salamatahari dan Fauzie Wiriadisastra.
Dengan doa dan kasih, maafkan belum bisa datang ke kalian.
Selamat, ya, semoga berkah dan langgeng.

- Hikmat Dharmawan

Mas Hikmat adalah salah satu sahabat terbaik Dea. Senang sekali mendapat hadiah mixtape manis yang representatif ini. 

fotonya

berjalan terus berjalan
hingga sampai ke bulan
bergerak terus bergerak
ikut awan berarak

- "Dua Langkah Kecil", Indie Art Wedding

dan rangkaian mixtape rakitan Mas Hikmat bisa didengar di sini.

Hadiahadiah Tandakasih

Berikut ini adalah beberapa di antara hadiah tanda kasih yang Dea terima dari teman-teman sekalian. Beberapa di antaranya sangat personal.

Mungkin lain waktu hadiah-hadiah ini akan Dea bahas lebih panjang di posting yang terpisah. Tapi sekarang Dea cerita sedikit dulu, ya ...
 
Lonceng kecil – Kiram Fertina


Ketika melihat pasangan Kiram dan Fertina di baris paling depan bangku gereja, rasanya seperti mendapat dukungan secara mental. Pasangan ini adalah dua teman baik Dea yang jauh-jauh datang dari Jakarta.

Ini bukan sekadar bel kecil biasa. Ada simbol yang didentingkan keberadaannya …

Lagu-lagu Liturgi

Ikan Paus dan Dea menciptakan sendiri lagu-lagu pernikahan yang dibawakan dalam liturgi. Seluruh musik dan aransemennya dibuat oleh Ikan Paus, Dea menulis liriknya. Lagu-lagu ini dimainkan oleh Laurentius Symphony Orchestra dan paduan suara gabungan.

Berhubung direkam langsung, mohon maaf kalau ada suara-suara ajaib seperti batuk, orang bercakap-cakap, dan lain sebagainya.Oh, iya, terima kasih banyak buat Himawan Sutanto yang sudah merekamkan dan mengunggah lagu-laguan ini di tumblr-nya ^^

Selamat menikmati, ya. Kalau ada yang mau pinjam buat upacara pernikahannya, boleh diminta partiturnya ke fauziew@gmail.com.


Okeh. Ini lagu-laguannya: