Anakberuang menyipitkan matanya. Di antara berkas sinar matahari, ia melihat sesuatu terbang ke arahnya. Sebelum Anakberuang sempat menebak-nebak, benda itu sudah melesat dan mendarat di hadapan Anakberuang. “Wooow! Kuda sembrani!” pekik Anakberuang takjub. Ia sering mendengar cerita tentang sembrani, tapi belum pernah melihatnya secara langsung. Kuda sembrani itu tak datang sendiri. Ia ditunggangi seekor monyet putih yang mungkin sebaya Anakberuang. “Hai, di mana kami bisa mencari minum?” tanya Si Monyet Putih. “Sini,” ajak Anakberuang. Ia berlari-lari kecil ke sungai diikuti kedua teman barunya. Si Kuda Sembrani tampaknya lebih haus daripada Si Monyet. Ia minum banyak sekali. Monyet putih hanya mereguk beberapa raup air, setelah itu duduk di pinggir sungai sambil mengipasi diri dengan selendang kotak-kotaknya. “Nama kamu siapa?” tanya Anakberuang. “Namaku,” ia lantas bernyanyi seperti Bob Marley, “Hanoman No Cry, harus di...