Edisi 3: Retoris

Tanya sempat berpikir ia sudah menemukan Jawab. Tetapi karena Anak Beruang membawanya melesat cepat sekali, ia kehilangan jejak. Akhirnya Anak Beruang berhenti di dekat sebatang pohon jangkung, dekat aliran sungai. Ketika melihat kemilau cahaya matahari di permukaan sungai, Anak Beruang berlari-lari menyongsongnya. Ia lupa pada Tanya yang sedang digandengnya. Jadi ketika Anak Beruang melepaskan gandengannya, tak sengaja Tanya terlempar.



“HUH! Anak Beruang!” protes Tanya.
“Eh…aduh, maafkan aku, aku lupa,” merasa bersalah, buru-buru Anak Beruang menghampiri Tanya.
“Kamu itu bukannya mencari, tahu. Kamu cuma lari-lari. Kalau kamu lebih pelan-pelan, kita pasti sudah menemukan Jawab!”
“Iya, ya?”
Tanya bangkit berdiri. Ia membersihkan debu-debu yang melekat pada bajunya, kemudian memperbaiki topi kaptennya yang miring. Selanjutnya Tanya memperhatikan sekitar. Entah mencari Jawab atau sekadar ingin memperhatikan saja.

Tatapannya kemudian berhenti di depan si pohon tinggi. Ia lantas menghampiri pohon tersebut.

“Hei! Apakah kamu adalah pohon tertinggi?” Tanya bertanya.
"Wuzzzz," pohon itu menyahut. Tetapi karena ia begitu tinggi, suaranya yang jauh segera terbawa angin. Tanya tak dapat mendengar apa yang dikatakannya.
“HEI! APAKAH KAMU ADALAH POHON TERTINGGI?!!” seru Tanya lagi, kali itu sambil bertolak pinggang.

“Kamu tak akan bisa mendengar suaranya, Nona Kecil, dia terlalu tinggi,” cetus sekuntum bunga merah muda yang tumbuh di pinggir sungai.
“Kalau begitu, apakah kamu tahu di mana Jawab?” tanya Tanya pada si bunga.
“Oh, tidak. Wilayah kami bernama Retoris. Di sini kami selalu bertanya, tapi tak pernah membutuhkan Jawab.”
Tanya melirik Anak Beruang minta penjelasan, Anak Beruang hanya angkat bahu.

Haruskah pohon tinggi itu membungkuk jika Jawab bukan sesuatu yang harus ditemukan?
Mungkinkah sungai berhenti mengalir jika ia mengantarkan kehidupan?
Dapatkah Anak Beruang dan Tanya mencapai pucuk pohon jika tinggi mereka tak sampai 150 cm?

Retoris* adalah pernyataan yang menyamar menjadi pertanyaan…



Bersambung…

Sundea

Artwork oleh Vianditya Dewanta siapa Vian bakal diceritain selengkapnya di penghujung proyek Tanya-Anak Beruang ya :D

*salah satu jenis majas dalam Bahasa Indonesia. Retoris adalah majas yang berupa pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab. Karena jawaban atau maksud si penanya sudah terkandung dalam pertanyaan tersebut.

2 comments:

Andika mengatakan...

Hahhkkk, belakangan jadi suka penasaran-penasaran excited tiap baca cerita Anak Beruang. Ilustrasinya seru dan ceritanya suka berhenti tiba-tiba!

Sundea mengatakan...

Kalo yang kolaborasi Gemini sama Aquarius kayaknya jadinya begini, Dik, kan angin :p

Makasih udah mampir, ya, Dika, cek salamatahati.blogspot.com terus liat header baru gue deh...hehe...