Eliana Farida yang Menjaga Nyala Semangat Oranye di Titik Oranye


Di Jalan Taman Pramuka 181, sebuah ruang alternatif yang multi guna berdiri. Namanya Titik Oranje. Di sana kamu dapat menemukan toko souvenir keramik, galeri kecil, workshop-workshop yang juga memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus, hingga kos-kosan dan warung mie murah meriah dengan cita rasa warung bakmi terkenal. I meant it.

Pada suatu sore, saya berkunjung ke sana. Menemui Tante Eliana Farida, keramikus yang bertanggung jawab atas kelangsungan Titik Oranje. Ia yang bersahabat dengan almarhumah keramikus Desziana Machmud berniat semakin serius menjalankan Titik Oranje atas amanat almarhumah.




Wah, Tante, Titik Oranje ini isinya sungguh macem-macem adanya. Jadwal kegiatannya apa aja di sini?
Hari Selasa jam dua sama jam empat kita ada program menggambar untuk anak-anak autis. Hari Jumat jam dua kita ada program menggambar untuk anak-anak umum. Ada les keramik juga, tapi jamnya disesuaikan sama yang les…

Ooo … baiklah. Sebenernya Titik Oranje ini udah berdiri dari kapan ?
Sebenernya Studio 181, studio keramiknya, sih, mulai banget dari taun 1996. Tapi baru bener-bener taun 2000-an. Tapi kalau Titik Oranje-nya dari taun 2009.

toko suvenir keramik

Kenapa namanya Titik Oranje ?
Titik kan tempat pertemuan. Oranje karena lapangan yang di depan itu, lapangan Pramuka, dulunya namanya Oranje Pleijn. Lagian “oranje” itu biar seger aja. Oranye kan terang, jadinya semangat.

Katanya ini berangkatnya antara lain juga karena semangatnya almarhumah Tante Deszi, ya ?
Iya. Awalnya Deszi yang pengen bikin ruang alternatif. Niatnya membantu temen-temen karena awalnya kalau produksi dia suka rugi, jadi barangnya dia taro di sini dan saya yang jualin. Selain itu Deszi kepengen saya berkarya, soalnya katanya dari temen-temen (yang ambil jurusan) keramik, saya doang yang nggak berkarya … hahaha … dia kepengen orang-orang berani berkarya dulu soalnya banyak seniman yang berkarya aja nggak pe-de. Waktu ini mulai, sebenernya Deszi udah sakit, tapi dia tetep semangat. Sebelum meninggal juga dia khawatir banget Titik Oranje nggak ada yang megang. Dia berkali-kali nanya, “Sekarang siapa aja yang di sana ? Apa aja programnya ?”

Aduuuh … Tante Deszi kayaknya sayang banget, ya, sama Titik Oranje. Terus apa aja pameran yang udah pernah diadain di sini ?
Ada Pameran Keramik Jejak, Drawing Tunggal Anne Nurfarina judulnya “Pour Daisy”, ini untuk mengenang semangatnya Deszi. Ada Viva Regnum Plantae - Deden dan Yeyet, Pameran Ekspresi Kreatif Anak Autis – Aan, Dendy, dan Ray, Pameran Drawing dan Lukisan “Pernyataan Emosi”-nya Wisnu, Pameran Myopia Eros Thanathos – pameran karya mahasiswa Seni Lukis ITB, dan Pameran “Tribute to Sudjojono”. Taunnya saya nggak hafal.


Ada persyaratan khusus nggak untuk pameran di sini?
Kita terbuka. Untuk seniman-seniman otodidak dan anak-anak berkebutuhan khusus kita juga terbuka. Tapi kita liat juga karyanya karena kalo enggak, kan menjatuhkan reputasi galerinya juga.

Ini ada warung mie-nya juga. Kok bisa ada warung gini gimana ceritanya, Tante ?
Ada sodara yang ngajakin kerja sama. Dia bisa bikin mie, dia liat di sini selalu banyak orang. Saya pikir di sini memang seharusnya ada makanan yang bener, soalnya banyak yang suka pesen makanan. Tadinya kan cuma ada indomie. Spagetti kalau saya ada bisa saya masakin.



Banyak yang beli, Tante ?
Lumayan. Anak-anak kos suka bawa temen-temennya meeting di sini. Orang-orang yang ke sini juga suka pesan. Anak-anak SMA kalau malem minggu juga suka ke sini sama temen-temennya, ngobrol. Mereka senengnya duduk-duduk di depan.

Kalau mau bikin acara di sini caranya gimana, Tante ?
Kalau ada yang mau bikin acara, dateng aja ke Taman Pramuka 181, cari saya, Eliana Farida.

Semoga semangat yang disulutkan Desziana Machmud di Titik Oranje akan menyala seperti api unggun. Di sana orang-orang akan berkumpul, berbagi kehangatan, dan menakjubi bunga-bunga api yang berlompatan dari cahaya yang menyala.

Semoga Tante Eliana dapat menjaga nyalanya. Dan semoga setelah membaca artikel ini, kamu tertarik untuk berkunjung dan ikut menjaga apinya dengan partisipasimu … ;)

Sundea

2 comments:

BeluBelloBelle mengatakan...

huaaaa kemarin siang baru saja melintasi daerah ini...me-na-ri(k) tempatnya...hmm ingin ke sana mudah2an sampai...

makasih artikelnya (^_^)

Sundea mengatakan...

Sama-sama ...

ayo samperin, Bel, enakeun, deh, tempatnya. Bener ...