Talk to My Hand

Perkenalkan, saya ibu jari “inti matahari”. Hari ini saya membawa keempat anak saya. Si sulung telunjuk menunjuk Pak Syarif sang pematri sebagai “bukan artis”. Jari tengah yang selalu hangat dipeluk di tengah memeluk Yulius Iskandar manager Bottlesmoker dan Angsa dan Serigala sebagai “penyalamatahari”. Dalam “30 hari menulis”, jari manis si pemakai cincin meminang Teddy Karas Onyskow sang ilustrator yang berhasil menunaikan komitmennya. Di posting “semacam review”, si bungsu dan juru damai kami, kelingking, berdamai dengan hari buruk Alexander.

Kami berlima berpusat pada telapak tangan. Bersamanya kami memperbaiki, kami mengunci pelukan, kami menggambar dan menulis, juga mendamaikan dengan simbol dan sentuhan. Pada dasarnya kami suka membantu dan selalu siap diulurkan. Hanya saja, lebih dari apapun, kami menghormati otoritas hati dan pikiranmu yang dipercaya menjadi pengendali sistem. 

Pada www.salamatahari.com edisi 48 ini kami mendapat kesempatan bersuara. Jangan kuatir, Dea sudah mengizinkan kami mengambil alih asal kami tetap menyisipkan salam ini:

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah
Jabat erat,
Keluarga jari-jari dan telapak tangan

3 comments:

Rie mengatakan...

Talk to our hands and hands will talk to us. Bener nggak sih?

Sundea mengatakan...

Bener sekali =)

crazymonk mengatakan...

jadi inget lagu I wanna hold your hand-nya The Beatle..hee