Anting-anting Mama Sun

Di rumah, kami memanggilnya “Mama Sun”, ibu dari anak-anak, menantu, keponakan, sampai teman-teman anak dan keponakannya. Salah satu hal menarik dari ibu rumah tangga yang penyayang ini adalah kebiasaannya memakai anting-anting matching setiap hari. Di edisi “Telinga” ini, Sundea mengajaknya mengobrol mengenai anting-anting …





Ma, kenapa mama suka pakai anting-anting?


Apa, ya? Anting itu sebagai pelengkap. Selalu harus ada yang mengisi. Kadang karena anting penampilan muka kita sudah lain. Kalau mama bilang, anting-anting memberi kesan anggun. 

Termasuk anting yang plastik-plastik gitu, Ma?
Iya. Tapi … itu jika disesuaikan dengan pakaian, asesoris, dan lainnya. Cara kita bawa diri juga mempengaruhi.

Cerita, dong, Ma, gimana Mama matching-matchingin anting …
Gimana, ya? Kalau ke gereja, yang penting rapi. Kalau ke pesta, lebih mengkilat-mengkilat. Biasanya yang panjang atau giwang. Kalau kalungnya sudah ramai, antingnya sederhana aja. Tapi pernah mama pakai anting grombyok, kalung grombyok karena rambutnya disanggul tinggi …

Grombyok kan pencipta lagu Kebyar-kebyar
Apa?

Hehehe … enggak. Iya, terus, terus …?
Yah … tapi pakai anting itu penilaian diri sendiri aja. Bukan peraturan-peraturan. Bagaimana cocoknya aja. Kita harus liat pakaian dan sikonnya.

Baiklah. Berapa anting yang mama punya sekarang dan dapetnya dari mana aja?
Hampir seratus. Di toko suka dapet yang murah-murah dan bagus. Dikasih orang juga sering. Karena orang tau kita suka pake, mereka seneng kalau tau barangnya kita pake.Mama juga punya giwang dari kancing. Mama buat sendiri, mama kasih jepitan.

Woah … lucu. Eh, Ma, kalo orang kayak Dea cocoknya pakai anting yang gimana?
(mengamat-amati) Kamu itu … kamu sendirinya bawaanya lebih casual. Mama bilang kamu bagusnya pakai anting yang … panjang, tapi bawahnya ada bunderan-bunderannya sedikit. Atau yang kecil aja udah bagus. Bahannya yang lebih natural. Ini, Mama ada … 

Tapi Ma … ng …
Mama Sun keburu pergi mengambil koleksi anting-antingnya. Sebentar kemudian, ia kembali dengan segrombyok anting-anting, “Nih, ini nih,” katanya bersemangat sambil mengambil sepasang anting kecil. “Tapi Ma … kuping aku kan nggak ditindik dari kecil …” “Hah? Masa’ ?” JRENGJENG …
Segrombyok anting Mama Sun berkilauan di dalam kotak. Menanti telinga. Bersiap menggantungkan pesona …

Sundea

2 comments:

Karen mengatakan...

Hahaha... lucu interview-nya. Kok kita udah lama banget ya nggak denger kata grombyok? :))

Sundea mengatakan...

Iya, Kay, di Jerman mah nggak ada kata "grombyok" ya? Hehehehe ...