Jakarta, 06 : 12 p.m

Disendat macet Jakarta, mikrolet berjalan lambat. Tak ada yang tergesa. Adzan mengalun seperti sampan, matahari sujud mematuhi sistem semesta, dan penumpang yang terkantuk-kantuk tampak lega. Perjalanan membawa mereka menuju rumah. Pulang. Menikmati ritme fade out Jakarta.

Sebuah lampu kecil berpijar berani. Kapnya mirip pecahan kulit telur. Sinarnya yang dekat mengalahkan gelap angkasa ; menjaga penumpang yang lelah dari lalai. 


Dalam kemungilan mikrolet saya menikmati kelelahan saya sendiri. Warna Jakarta memudar, warninya berpendar …

Sundea

4 comments:

Anonim mengatakan...

"Adzan mengalun seperti sampan, matahari sujud mematuhi sistem semesta, dan penumpang yang terkantuk-kantuk tampak lega. Perjalanan membawa mereka menuju rumah. Pulang. Menikmati ritme fade out Jakarta."


Wiiihh.. sedaap.


mynameisnia.com

Sundea mengatakan...

Makasih, Nia, pagi2 udah main kemari ... =D

Karen mengatakan...

Sama seperti Nia, kita juga suka bagian itu. Bisa dibikin lagu De... hehehehe :D

Sundea mengatakan...

Mau ngebikinin lagunya, Kay ;)