Gravitasi

Pada awalnya,
Semua yang dipeluk bumi berangkat dari tanah. Air yang menguap menjadi awan, pesawat terbang kertas yang lepas landas dari jarimu, bibit-bibit yang bertumbuh, pijakan kakimu, dan hidup yang baru memulai kelananya.

Pada akhirnya,
semua yang dipeluk bumi akan kembali kepada tanah. Air hujan yang sempat mampir di atap rumahmu, pesawat terbang kertas yang menukik jatuh membelah udara, daun-daun yang ranggas, pijakan kakimu, dan hidup yang telah cukup kelananya.

Tanah membiarkanmu bertolak, namun gravitasi mengembalikanmu kelak.
Selamat kembali kepada hakikat …

Salamatahari,
Sundea


air ujan

untuk begitu banyak peristiwa “kembali ke tanah” akhir-akhir ini

6 comments:

Vai mengatakan...

Foto rumah kita saat ujan dari dalam bagus juga ya.

Sundea mengatakan...

Itu difoto dari luar, Van. Kalo dari dalem kepantul sama kaca jendela.

Fandy Hutari mengatakan...

udah lama nggak main ^^ tapi belakangan ini juga banyak yg buat "tanah",de...alias banyak yg nikah,hehe...salamdukacitauntukyangkembaliketanah.

bisma mengatakan...

seringkali,
sesuatu meluruh kembali ke tanah
saat ia sudah lelah
menyusuri berbagai belahan yang mulai basah,
di musim penghujan yang sudah datang...nice article dhea...

Sundea mengatakan...

@ Fandy : Lah ? Kenapa nikah buat "tanah", Fan ... ?

@Pak Bisma : Selain udah lelah, emang udah waktunya aja kayaknya, Pak. Makasih, ya, Pak ...

Fandy Hutari mengatakan...

iyalah,kan anak dari tanah...hahahaha.jd pas kawin mrk bikin tanah2an...hehehe