Tentang Blog Ini

 
Salamatahari adalah catatan khas Sundea.
 
Salamatahari merupakan "salam yang hangat seperti matahari", "ucapan salamat untuk setiap hari", dan "salam untuk mata-mata yang mengamati hari".

Tahun 2009-2018 www.salamatahari.com hadir dalam format zine-zine-an online; terbit lima unggahan dengan satu tema setiap minggu. Namun, karena berbagai kesibukan dan tanggung jawab baru, mengatur napas untuk menjaga format tersebut semakin sulit. Supaya dapat terus bergerak, di awal tahun 2018, setelah tutup buku di edisi ke-195, zine-zine-an online salamatahari berganti rupa menjadi blog yang diunggah setidaknya satu unggahan setiap Kamis.  
 
Bulan Desember 2020, zine-zine-an online salamatahari sempat terbit lagi sebagai "zine-zine-an online  ekstensi". 
 
Kini blog ini diunggah pada pada hari-hari Kamis jika Dea sedang tidak ada halangan.

Kenapa Kamis? 
 
Karena Kamis adalah hari keseimbangan yang ada di antara Senin-Selasa-Rabu dan Jumat-Sabtu-Minggu.

----



Lalu siapa Sundea?
 

Sundea adalah penulis kelontong yang hidup bersama Ikan Paus.

Tulisannya terbit dalam sembilan eksemplar buku.
 
Setiap hari Dea jatuh cinta pada kata-kata yang membayankan hidup. 

Bagi Dea, menulis adalah cara memelihara kesadaran; menarasikan kasih sayang hidup kepada Dea dan sebaliknya.
 
Dea percaya setiap peristiwa dan tafsir adalah mata rantai rentang kisah yang lebih panjang. Itu sebabnya ia mencatat apapun dengan mata pena dan mata hati. 
Hingga hari ini Dea masih rutin menulis buku harian setiap hari.
 
Tulisan kelontong Dea yang dikumpulkan dari berbagai sumber,
 dapat dilihat di sini.
 
------

Terpilih sebagai blogger pilihan Joy Magazine edisi Agustus 2013
 





Komentar