Cuplikan



(...)



Time flies
Rumah bersama Siliwangi 1 dijual dan sekarang udah rata tanah. Kita semua punya keidupan masing-masing. 
Waktu numbuhin kita semua dan bikin jalan pulang semakin berliku.
Tapi ke mana sebetulnya kita pulang? Pas nulisin ini, Dea baru sadar kalau kita semua sebetulnya pengembara. Tumbuh dan keidupan yang terus bergerak bikin kita mungkin nggak akan pernah punya rumah yang tetap seumur-umur. 
Kita pindah-pindah. Sendiri ataupun bersama orang-orang lain.


Meskipun begitu, sejauh apapun pengalaman dan kedewasaan ngebawa kita mengembara, ada sesuatu yang nggak akan pernah kerasa asing.  


(….)



Komentar