Mata Rantai untuk Garut

Mata biologis kita mungkin tak bisa melihat jauh sampai ke Sumedang-Garut. Tapi mata hati kita punya kapasitas untuk melihat sejauh-jauhnya.

Pada tanggal 20 September 2016 lalu, hujan deras yang tidak berhenti sejak pukul 18.00-00.00 mengakibatkan banjir dan longsor yang cukup serius di wilayah Sumedang-Garut. Berdasarkan informasi dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), longsor terjadi di tiga titik sepanjang jalur Cadas pangeran yaitu di Ciherang, Ciguling dan Singkup. Bencana ini memakan korba jiwa dan menimbun rumah-rumah.

Banjir setinggi 30, 50, 70, bahkan 160 cm menggenang di beberapa tempat. Kabar terakhir yang saya terima, bencana ini memakan lebih dari 20 orang korban jiwa. Korban yang masih bertahan -- terutama anak-anak -- sangat membutuhkan makanan dan pakaian. Kemarin (21/9) mereka dikabarkan terancam tidak makan siang.

Jika ada yang tergerak untuk membantu,  dapat menghubungi:

Romo Darwanto Pr (081220999699)    
Direktur Caritas Keuskupan Bandung Romo Wahyu Pr (082116008803)         
Pastor Paroki Garut

Sumbangan dalam bentuk uang dapat dikirimkan ke

BCA No. 7770954333 atas nama Caritas Bandung Keuskupan Bandung 
atau 
BCA 4460265555 atas nama PGAK Bunda Maria, Gereja Katolik Garut. 

Semoga mata rantai ini dapat saling menyambungkan kebaikan ...

Sumber penyaluran bantuan ini dapat dipercaya. 

gambar dipinjam dari sini