Suara Alvin Nicola di Balik Celap-celup Kelingking

alvin nicola Celup Kelingking adalah sebuah gerakan sosial yang diprakarsai oleh sekelompok mahasiswa FISIP UI. Ceritanya, mereka mengajak para anak muda untuk aktif berpartisipasi dalam pesta demokrasi Indonesia. Pemilu sudah lewat, hasil real count telah ditetapkan, tetapi bukan berarti Celup Kelingking berhenti berkarya. 

Ini obrolan Dea dengan Alvin Nicola, campaign director Celup Kelingking dan mahasiswa jurusan kriminologi di FISIP UI yang aktif dan berprestasi …




Halo… cerita sedikit, dong, tentang Celup Kelingking …
Celup Kelingking merupakan sebuah gerakan sosial dalam bidang kepemudaan yang bertujuan untuk mengedukasi, mengajak, dan melibatkan anak muda Jabodetabek untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014.


Pertama kebentuknya gimana, sih?
Awalnya ini cuma obrolan ‘warung kopi’ aja di pertengahan tahun lalu. Gue dan temen-temen gue yang kebetulan kuliah di FISIP UI –yang memang harusnya paling deket sama isu sosial politik- ngerasa gerah sama kondisi sosial politik Indonesia saat ini.

Gerahnya kenapa, tuh?
Gerahnya karena macem-macem:
a. Gerah sama pemerintah yang udah nggak pro-rakyat dengan segala tuntutannya
b. Gerah sama parpol yang punya mentingin self-interestnya aja
c. Gerah sama diri kita sendiri. Udah jelas-jelas udah ada dua problem diatas, tapi kita nggak ngelakuin apa-apa.
Sederhananya, setelah itu muncul pertanyaan, “Kenapa kita nggak do something?” Tujuannya simple banget, ngajak anak muda milih di Pemilu 2014.

Kenapa musti anak muda?
Karena kita anak muda yang percaya kalo sesama anak muda bisa gerak bareng-bareng, bisa terlibat bareng dan bisa berpengaruh bareng. Jumlah pemilih pemula sekitar 20-30 persen dari jumlah seluruh pemilih. Tahun 2014 ini, diprediksi ada 187 juta pemilih, dan 69 juta di antaranya pemilih muda. Jadi mewakili 37 persen pemilih secara keseluruhan.

Wih lumayan juga ya …
Makanya, gerakan ini bertujuan mengajak dan megedukasi pemilih muda di Jabodetabek untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab di Pemilu 2014.

Gimana cara kalian bergerak?
Kami bergerak melalui dua hal. Real time media dan social media. Kami akan menyelenggarkan diskusi-diskusi santai dengan tema politik dan Pemilu, dibarengi kampanye-kampanye sosial. Harapannya bisa membangun atensi masyarakat.

Btw, kenapa, sih, namanya musti “Celup Kelingking”, bukan unsur Pemilu lain kayak misalnya “TPS Kotak” atau “Jarum Pencoblos” ?
Karena memorable dan asik kalo didenger, kita pilih itu. Nama ‘Celup Kelingking’ juga bagian dari marketing kita. Kita pilih nama itu karena sebelumnya udah riset kecil-kecilan dulu. Dari sana kita coba pake sistem marketing 3.0 yang esensinya melibatkan langsung ‘konsumen’ –hal ini penggerak-penggerak kita- untuk terjun langsung buat kampanye ke masyarakat. Alasan kenapa kata kerja yang dipake juga harapannya jadi brand, jadi kalo orang inget, dia otomatis akan tau filosofi di balik nama itu hehe.

Emang filosofinya apa?
Dari beberapa riset, kita juga nemuin kalo arti dari kelingking juga bisa mengarah ke peace, pengikat tali masyarakat, dll. Pokoknya hal-hal baik. Dari situ kita makin percaya kalo kelingking bisa bawa pengaruh jauh lebih besar daripada yang dibayangin sebelumnya.

Kalo diliat dari sudut pandang marketing, orang nyelupin kelingking sebagai tanda dia udah berpartisipasi dalam pemilu udah jadi brand mendunia. Dan brand yang udah mendunia nggak gampang bisa disalip dengan brand lain.

Berrima juga, ya, sama slogan kalian “Karena bersuara nggak harus nyaring!” Coba diceritain juga dong filosofi di balik slogan ini …
Pemilu atau di sini celup kelingking bisa diartikan kalo satu suara lo itu ngaruh, nggak perlu repot-repot kalau mau berpartisipasi dalam demokrasi sebagai warga negara. Ikut Pemilu aja (asal cerdas dan bertanggung jawab)

Kalau kelingking bisa ngomong, kira-kira dia bakal ngomong apa?
“Lebih baik kotor karena partisipasi, daripada bersih karena tidak peduli”

Asik! Ngomong-ngomong, jari lain pada sirik nggak sih sama kelingking karena kelingking yang dipilih jadi icon?
Jelas enggak. Karena di icon kita jelas keliatan semua jarinya. Di situ kita bisa liat kalo si kelingking nggak berdiri sendiri, ada bantuan dan partisipasi jari-jari lain dibawahnya. Ini bukan soal siapa, tapi ini soal gimana seluruh komponen ikut terlibat. Hehe.

logocelupkelingking

Hehehe … setelah semua urusan Pemilu ini selesai dan presiden terpilih udah ada, apa yang bakal dilakuin sama temen-temen Celup Kelingking?
Fokus isu yang kita perjuangin itu soal anak muda. Jadi apapun yang kami lakukan nafas atau ruhnya adalah anak muda. Kalo soal abis Pemilu mau ngapain, justru ini baru mulai. Konteksnya ada dua, pertama bakal kawal wakil-wakil kita di Komisi X DPR RI (Komisi yang membidangi Kepemudaan) untuk membuat dan mengesahkan policy yang berhubungan sama anak muda. Ke dua, buat presiden kita bakal megang Menpora dan presiden kita sendiri buat ngejalanin dan mastiin program-program yang dibuat akan pro sama anak muda.

Apa harapan kalian pada Indonesia ke depannya ? (agak basi nggak sih pertanyaan ini? Tapi biarin deh :p)
Indonesia yang pro anak muda

Terakhir. Ada nggak yang mau disampein Celup Kelingking ke pembaca www.salamatahari.com?
Ngobrol bareng yuk!

Ingin mengobrol bareng Celup Kelingking? Bisa. Langsung saja sapa mereka di twitter: @CelupKelingking, Facebook: Celup Kelingking, Youtube Channel: Celup Kelingking, dan situs: www.celupkelingking.org

Setelah kelingking menjadi simbol keikutsertaan dalam Pemilu, kini saatnya ia bekerja sama dengan keempat jari lainnya, agar lebih kuat membangun generasi muda Ibu Pertiwi.

Teman-teman, ulurkan jari-jarimu juga ;)

Sundea

0 comments: