Cerita Tedi Nurmanto, Pemain Naturalisasi Jatiwangi Art Factory

TediEN2 Perjalanan liburan! kami ditutup dengan kunjungan ke Jatiwangi Art Factory (JaF). Di sana kami mendadak membuat lagu, kemudian berkolaborasi dengan teman-teman dari JaF.  JaF adalah sebuah komunitas yang fokus mengkaji kehidupan lokal dengan pendekatan seni dan budaya. Karena Jatiwangi adalah daerah penghasil genteng (bahkan penghasil genteng terbesar se-Asia Tenggara), proyek-proyek mereka tak jauh dari bahan genteng.
Musik adalah salah satu kegiatan yang aktif di komunitas mereka. Mereka membuat berbagai alat musik dari genteng termasuk gitar dan biola … lucu, ya? 

Di www.salamatahari.com edisi ini, hadir Tedi Nurmanto alias Tedi EN, Sang Koordinator Musik Konsorsium Keramik. Silakan disimak, siapa tahu suatu waktu nanti kamu tertarik berkunjung atau berkolaborasi dengan JaF …



Tedi, kamu latar belakangnya memang seni, ya?
Latar belakang saya sebenernya mekanik. Contohnya saya pernah sekolah di SMK otomotif waktu itu, saking oke'nya saya, sekolah SMK sampe 5 tahun, tapi tetep aja ga lulus, haha, bukan rejekinya kali yah.

Hahaha … ooo … mekanik, toh. Terus bisa jadi koordinator musik konsursium keramik di JaF gimana ceritanya?
Tahun 2007 saya datang ke Jaf untuk ikut workshop musik dari SAWUNG JABO, setelah itu saya jadi pemain naturalisasi deh Dea sampai sekarang , hehe.

Hoo … tapi berarti dari dulunya emang udah bermusik kan?
Sudah, musik yang saya mainin ga jauh dari musik-musik perkusi.

Hmmm … sekarang cerita, dong, tentang kegiatan kamu sehari-hari di Jatiwangi …
Kalo keseharian saya sekarang sih kebanyakan kerja di komunitas JaF, ya  bermusik terus ampe loyo. hehe mulai dari bikin alat musik, aransemen, dan konsernya. Karena kita tinggal dan bekerja di Jatiwangi, wilayah rural yang sangat homogen dimana masyarakatnya setiap hari bekerja sebagai buruh genteng atau tanah yang biasa di pakai untuk atap rumah, kita mencari kemungkinan lain dari apa yang kita temui sehari hari, hingga mulai mengeksplorasi tanah menjadi musik. 

sigenteng
gitar
alatiup

Kita membuat berbagai alat musik berbahan tanah liat mulai dari gitar, alat tiup, alat pukul hingga gamelan tanah. Kemudian kita juga membuat beberapa grup musik yang menggunakan instrumen keramik dan  setiap group membawakan semangat yang berbeda beda, contohnya adalah group band 'hanyaterra' ; yang cenderung bermain di ranah  popular dengan tujuan agar bisa merangkul anak muda. Kemudian ada grup "Sadatana Kids" yang terdiri dari anak anak di desa .  Lalu ada juga grup "The People Clay"  ini seperti sebuah grup orchestra dengan 60 pemain dea dan kesemuanya memainkan alat musik dari tanah. Mulai dari ibu ibu, anak anak,remaja ,polisi, hingga aparat desa. The People Clay menjadi muara dari seluruh group musik yang ada di desa kita. Mereka adalah warga desa  yang berani mencoba untuk tidak sekedar menjadi penonton. Dari proses pembuatan alat musik, cara memainkan dan membuat pertunjukanya kita lakukan bersama. oh yah ini ada video teaser band hanyaterra yang baru dibuat. Silakan simak di sini, Dea


Ih, seru banget, sih … hmmm … btw, secara keseluruhan, JaF ini programnya apa aja?
JaF punya program festival yaitu JAFR (jatiwangi artist in residence festival). Ini festival 2 tahunan JaF, di festival ini kita mengundang seniman multi disiplin dari mana-mana untuk tinggal dan kita tempatkan di rumah penduduk selama 2 minggu di Jatiwangi untuk berkolaborasi dengan warga sini lalu membuat presentasinya.
Yang ke dua adalah VVF (Village Video Festival) festival ini lebih fokus ke video, dan pola festivalnya sama ,http://villagevideofestival.wordpress.com/ yang ke tiga itu CMF (Ceramic Music Festival) http://cmf2012.blogspot.com/, ini festival 3 tahunanya jaf, terus ini jadi world musicnya Jatiwangi, hehehe.
Tiap bulananya di setiap tanggal 27 kita punya program diskusi, namanya forum 27an. Selebihnya ya banyak banget, mulai dari pameran, pertunjukan musik, workshop, dan jalan jalan juga, Dea, di tahun 2014 ini program JaF lumayan padat nih, harus lebih focus , hahahaha.

Seru banget deh … ada divisi apa aja, sih, sebenernya di JaF?
Di JaF ada beberapa divisi , katakanlah gitu yah, ada divisi seni rupa, galeri, radio, TV, studio keramik, pendidikan dan musik, eh ada yang baru , kemaren kita buat divisi baru, KOPERASI, hehe kita udah punya koperasi sekarang, namanya "KOPLAH", koperasilah. Ini buat ketahan pangan JaF nih :)

Kalau kita mau main ke Jatiwangi Art Factory kendaraannya apa?
Gampang, kok, naik bis yang ke arah Cirebon, terus turun di lampu merah Jatiwangi. Lewat kok bisnya. Tanya-tanya aja, dari situ udah deket …

Ayo, kasih kata-kata persuatif untuk ngajak pembaca www.salamatahari.com main ke JaF …
Ayo, datanglah ke Jatiwangi Art Factory dengan senyum dan kegembiraan, hehe. Biasanya orang yang datang ke sini  untuk main-main, atau hanya berkunjung menengok saudara, atau mereka pengen mambuat karya di sini. Biasanya dengan pola kolaborasi, jika seniman rupa presentasinya biasanya membuat pameran, atau musisi bisa bikin pertunjukan , atau konser. Storytelling ,buat workshop buat penulis seperti Dea juga ok koq. Sikaaaaat.

Sikaaaaatttt …. hahahaha … okeh. Karena edisini ini temanya “Liburan!”, menurut kamu liburan itu apa?
Liburan : LIburan buat saya yaitu shutting down untuk beberapa saat :), boleh di bilang tiduuuuuur. So' "holiday everyday" hehehehe.

Hahahaha … nah … karena kamu bergerak di musik, coba ungkapin “Liburan!” dengan nada-nada, dan kenapa kamu milih nada itu …
Nada yang cocok buat liburan buat saya , nada "SO" “MI" “FA” "DO" “DO” "FA" “SO” "MI" … hehehe ini notasi musik di stasiun kereta.

Eh iya, ya … pasti kamu suka tidur deh di kereta. Kan kamu liburannya tidur …

Begitulah. Seru bukan? Kamu bisa tahu lebih banyak mengenai Jatiwangi Art Factory dengan menyambangi situs mereka di http://jatiwangiartfactory.wordpress.com/ atau mencari akun mereka, Jatiwangi Art Factory, di facebook dan youtube.

Akan ada kegiatan apa di JaF di tahun 2014 ini …? Ikuti terus perkembangannya dan jangan segan berkunjung atau berkolaborasi ;)

kolaborasi
Sundea

0 comments: