Muhammad Ilham bukan Jaka Tarub. Stereo Desserts bukan Tujuh Bidadari

Apa persamaan Stereo Desserts dengan bidadari kahyangan dalam kisah Jaka Tarub? Sama-sama manis dan sama-sama “tujuh”: tujuh bidadari, tujuh rasa Stereo Desserts. Bedanya, jika tujuh bidadari turun mengendarai pelangi, owner dan founder Stereo Desserts, justru mengaku anti rainbow. Lho? Kenapa?

Stereo Desserts adalah desserts seru dan inovatif yang diasuh dengan kasih dan kesungguhan oleh Muhammad Ilham. Pria kelahiran 20 Desember 1987 kini tengah mengambil Pasca Sarjana di MBA Cultural Creative Enterpreneurship, ITB, yang konon berkaitan dengan usahanya, industri kreatif. 

Apa yang inovatif dari produk ini?



Ilham, kenapa sih kepikiran bikin Stereo Desserts?
Berawal dari ketidakpuasan terhadap dessert-dessert yang udah ada. Dessert yang ada kan rata-rata teksturnya monoton, lembut-lembut doang. Nah kalau di Stereo Dessert, satu kemasan teksturnya macem-macem. Ada crispy-nya, ada lembutnya, ada creamy-nya. Jadi stereo di mulut.

Hahaha. Lucu. Kapan dan gimana sih pertama kali dibikinnya?
Mulainya Maret 2012. Aku bikinnya dulu sama mantan aku. Jadi dulu tuh iseng, dia ngajakin masak. Terus Ilham nyari resepnya di internet. Abis nyari-nyari …ah iseng ah bikin ini. Yang pertama Chocoreo, tapi waktu itu belom jelas namanya apa. Terus Ilham nyuruh mama nyobain, dia kan sensitif sama rasa. Ternyata kata mama enak. Dia bilang, “Kan kamu bikinnya banyak, coba gih bawa ke kampus, suruh temen-temen cobain.” Ya udah terus Ilham bawa ke kampus, suruh temen-temen cobain. Abis itu Ilham nanya, “Kalau ini ada lagi, pada mau nggak disuruh beli lagi?” Ternyata mereka mau. Nah. Dari situ Ilham jadi tau pasarnya ada …

Katanya kalian pelopor trifle on a cup di Indonesia, ya?
Mungkin malah di dunia. Ilham nyari di mana-mana sih belom ada. Trifle itu kan dessert yang berlayer. Biasanya kan disediain di pesta, gede, belom ada trifle yang bisa dibawa ke mana aja dan dimakan kapan aja. Trifle itu nggak ada aturannya. Bisa apa aja. Kalo kita bikinnya puding …

Ini kan ada Stereo Desserts yang namanya Loving You. Apa konsep di balik namanya? Eaaa …
Itu yang ke dua setelah Chocoreo, sebenernya itu rasa strawberry. Pas Ilham kasih ke temen-temen, mereka pada nanya, “Ini kamu bikin sendiri, Ham?” Ilham bilang, “Enggak, berdua sama pacar …” Terus temen-temen pada ngeceng-cengin, “Cieee … cieeee … pas bikin pasti soundtracknya lagu ‘Loving You’”. Lama-lama … ya udah, sekalian dijadiin nama aja …


Hahaha … terus sama mantan putusnya kenapa?
Nggak ada itu, nggak ada, off the record, tolong jangan dikorek … hahaha …

Lah … Stereo Desserts kan makannya emang harus dikorek pake sendok, bukan?
Ya makannya, bukan cerita ininya …

Ehehehe … maklum infotainment. Baiklah. Dari semua rasa, yang favorit yang mana?
Chocoreo sama Red Velvet …

Kalo Red Velvet ini gimana terciptanya?
Itu yang ke lima. Awalnya iseng. Pengen bikin yang ngikutin trend. Red Velvet ini ice cream, bukan trifle pudding kayak empat sebelomnya. Tapi kan dari awal Stereo Desserts maunya memang pengen bikin berbagai jenis dessert …

Kalo mau bikin yang ngikutin trend, kenapa nggak bikin Rainbow Cake?
Nggak mau, ah, males. Dulu kita malah sempet bikin hastag #Antirainbow …

Wuidii … kenapa sampe anti banget sama rainbow?
Ini personal, sih, menurut Ilham rainbow lebih cheesy aja daripada Red Velvet. Nggak suka aja …

Hahaha … baiklah. Setelah putus sama pacar, kamu ngerjain Stereo Desserts sendiri, dong?
Enggak, sih, berdua …

Eaaaa … sama pacar baru, ya?
Bukaaaan … ini infotainment banget, sih. Sama temen Ilham. Namanya Adit. Dia mulai gabung sekitar bulan April atau Mei, setelah Ilham nggak berhubungan. Dia pernah jadi manager di perusahaan es krim gitu 3 bulan, Ilham rasa juga dia bisa ngasih kontribusi ke Stereo Dessert, jadi ya udah dia gabung, dia itungannya co-owner. Kalau Ilham kan founder dan owner …

Nah. Kalian sistem promosinya gimana, sih?
Channel utamanya social media. Terutama twitter, sistemnya kita banyak ngejar buzzer. Sama yang paling amazed-nya, dalam waktu 9 bulan ini kita udah 5x masuk stasiun tv. Dan itu no budget, mereka sendiri yang dateng untuk ngeliput.

Uwoow … di mana aja?
Di Friends Anteve, terus di Koki Pintar Trans 7, di Metro TV, di Jelita Indosiar, tapi yang ini nggak dikasih tau pas tayang, jadi Ilham nggak nonton, sama di Moccacchino Trans TV. Yang di Trans TV shootingnya dua hari. Pertama shooting proses pembuatannya di rumah, terus di tempatnya, di Auntie’s Pantry. Yang di Trans 7 Ilham nggak nonton lagi, tapi bukan karena nggak dikasih tau, karena lagi di Jambi.

Ceritain lengkap, dong, salah satu pengalaman masup tv-nya …
Yang di Friends Anteve, ya. Awlanya, waktu itu ada seminar di kampus tentang branding. Terus Ilham ngasih sample, udah gitu dimasukin di ceritaperut.com. Ternyata Asti Ananta nge-follow @ceritaperut. Dia jadi penasaran sama Stereo Dessert, terus dia nge-follow Stereo Dessert. Jadi kita sapa, “Eh, Kak Asti udah pernah nyobain Stereo Desserts belom?” Dia nanya balik, “Ada nggak di Jakarta?” Terus kita bilang, “Nggak, Kak, kita masih di Bandungg, tapi nanti kalo kita ke Jakarta kita kasih tau deh …”

Nah terus pada suatu hari kita ikutan acara kayak expo gitu di Jakarta. Pas tau kita di Jakarta, Asti Ananta nge-reply twitter kita, “Kalian ada di Jakarta? Aaaah kenapa, sih, giliran aku lagi nggak di Jakarta kalian malah ada di Jakarta?”

Terus kan skip-skip-skip, tiba-tiba suatu hari Asti Ananta ke Bandung. Pas mention-mentionan di twitter, dia tiba-tiba nanya, “Udah dihubungin kan sama tim Friends?” Waktu itu Ilham nggak tau Friends itu apa. Ternyata Adit emang udah ditelpon sama tim Friends. Besoknya tim Friends dateng pas buka puasa, waktu itu kan bulan puasa. Dan yang nggak terduganya, mereka dateng sama John Martin, John Pantau.Kan host acara Friends emang Asti Ananta sama John Martin.

Hahaha … kalian jualannya di mana aja, sih?
Dulu sih Ilham bawa ke kampus pake cooler box, tawarin ke dosen, ke temen-temen. Terus kebetulan temen lagi bikin Siete. Jadi Ilham coba titip di situ. Ternyata lumayan, waktu bulan pertama aja, sebulan bisa dapet 50. Dari situ mulai berani untuk naro di café-café yang sesuai sama pasar kita. Sekarang ada di Auntie's Pantry, The Food Opera, Hoppers, sama Eternitea. Delivery juga bisa. Kita udah kerja sama sama kurir. Mesen aja, abis itu kita kasih tau lagi ongkirnya. Ongkirnya start dari 15 ribu. Lain-lain soalnya, bergantung lokasi. Terus juga kita promonya, kalo mesen minimal 6, kita gratisin ongkir buat yang di Bandung.

Kalo ongkirnya ternyata lebih mahal daripada pesenannya?
Pernah ada yang dari Cimahi mesen Red Velvet. Red Velvet kan 22.500, ongkirnya 25 ribu. Tapi dia tetep beli, lho. Omaigat kan? Ya udah … berarti dia ngidam banget … hahaha …tetep kita kirim ...


Ngomong-ngomong, Stereo Dessert ini tag-nya kan “life is short, eats dessert first”. Kenapa?
Di Indonesia kan bisa dibilang nggak ada budaya makan dessert. Jadi kita ngajuin dessert ini dimakan duluan, dengan kata lain, jadi cemilan. Terus ada juga penelitian, kalo kita makan dessert duluan itu bagus. Soalnya kita jadi kenyang dan makannya dikit.

Produk kalian kan low sugar. Se-low apa?
Maksudnya low sugar, dari komponen-komponen yang udah ada, kita nggak nambahin gula lagi. Kebanyakan itu kan manisnya udah manis alami. Misalnya Loving You Strawberry, kita pake strawberry-nya strawberry beneran.

Kalau soal kemasannya, ada konsepnya?
Dulu kan bentuknya cup. Standar banget. Jadinya gemes. Kita kan mau nge-brandingnya ke arah premium, tapi kemasannya biasa banget. Ya udah kita bikin kemasannya jadi gini. Terus dari awal juga kita nyettingnya kan 100 gr karena itu porsi yang pas utk cemilan dan bikin kenyang.

empatempatnya
Punya tips nggak buat pembaca salamatahari yang pengen berbisnis?
Kalau mau bikin sesuatu, bikin sesuatu yang baru, jangan yang udah ada. Inovasi itu perlu dan pioneer itu penting. Cuman balik lagi, sejauh mana inovasi yang kita bikin itu, apakah udah cukup bagus atau cukup menarik untuk dilempar ke pasar. Makanya harus dites dulu. Kalau udah tau ada pasar, ya lempar aja. Gimana juga, kan harus berani ambil resiko. Mulai dari yang kecil dulu aja. Ini juga kan pertamanya kecil-kecilan, cuma dijual ke temen kampus. Tapi kita sih ngerasa … kayak dibantu, kayak emang udah jalannya, dibantu sama yang di atas …

Punya target nggak untuk taun 2013 ini?
Mau go national! Percaya taun ini Stereo Desserts bakal booming. Masuk ke kota-kota besar di Indonesia. Pertama Jabodetabek dulu, terus Bali, Surabaya, Medan, Semarang ...tapi nggak tau kalau Kalimantan.

Lah, kenapa? Apa karena ada mantan-mantannya? Eaaa ...
Bukaaaan .... nggak ada hubungannya. Belom kebayang aja, soalnya Ilham belum pernah ke sana. Ilham kan harus dateng sendiri ke sana untuk riset, liat buying powernya juga ... 

Hahaha. Okeh. Renacananya tujuh rasa ini mau dikembangin lagi, nggak?
Oh pasti. Mau keluar kok bulan ini rasa baru …

Bukan Rasain Lo kan rasa barunya?
Hahaha… gimana kalo “Rasa Sayange”?

Jiahahaha. Boleh. Terakhir. Stereo kan deket sama bunyi-bunyian. Nah. Kalau gitu, menurut kalian soundtrack kalian apa?
“Stereo Heart”. Aku dulu pernah nge-post. Kayak tampak cocok aja “Stereo Heart” sama Stereo Dessert.

Okesip. Segini dulu kayaknya. Sukses, ya, Hammm …


Penasaran? Stalk sepuas-puasnya seluruuuuh akun mereka di Social Media. Twitter: @Stereo_Desserts, facebook: Stereo Desserts,  dan stereo-desserts.tumblr.com.   Bisa juga add pin bb-nya: 21639605.
 
Jika dalam kisah Jaka Tarub hanya satu bidadari yang tertinggal, itu pun karena selendangnya dicuri, percayalah Stereo Desserts tidak begitu. Karena tidak ada pelangi untuk dititi, mereka selamanya akan tinggal di dekatmu. Mengunjungi lidahmu, siap dihadiahkan untuk orang-orang terkasihmu, kemudian memberi kesan yang stereo seperti dalam lagu “Stereo Hearts”:

To keep me stuck inside your head, like your favorite tune
And know my heart's a stereo that only plays for you …

Btw, saat akan menyantap Stereo Desserts, jangan lup membaca serving suggestion di kemasannya, ya ...

Sundea

3 comments:

BeluBelloBelle mengatakan...

Waaaa artikelnya, dibaca sambil mupeng-mupeng. Plus dapet situs baru ttg camilan camidut perut waduuuuh pagi-pagi manja2 sama gambar2 menarik. hummm ni trifle nya nampak sluuurp ... ide bagus ya buat ngadoin orang :p

Sundea mengatakan...

Betul, sekali, Belle. Untuk hadiah. Bisa dianterin ke yang bersangkutan ...=D

nurfaisyah mengatakan...

Kenapa Makassar tidak masuk dalam kriteria rencana? Makassar juga donk :-D