Banjir

Rain, rain on my face
It hasn't stopped raining for days
My world is a flood, slowly I become one with the mud 

Informasi mengenai banjir yang membanjir di mana-mana, mengingatkan saya pada lagu Flood yang dibawakan oleh Jars of Clay. Lagu ini sama sekali bukan lagu favorit saya. Tetapi di masa-masa ini, bagi saya pribadi tahu-tahu Flood jadi terasa kontekstual dan menarik untuk disimak.

Banjir di Ibu Kota meluapkan berbagai berbagai drama dan rupa-rupa emosi. Bagi saya yang tinggal jauh di Kota Kembang, peristiwa itu jadi berjarak sekaligus tidak.

Dark sky all around
I can't feel my feet touching the ground

Di edisi ini, saya mencoba mengukur seberapa jauh sekaligus seberapa dekat saya dengan banjir dan berdiri di luar segala keriuhannya. Semoga kisah jarum jahit raksasa untuk menjahit langit, kebanjiran di Gramedia IP, cerita Joshua Sebastian yang kebanjiran di wilayah Sunter, dan banjir doa di sebuah kios rokok, dapat menjadi percik yang menyegarkan.

But if I can't swim after forty days
and my mind is crushed by the thrashing waves

Lift me up - Keep me from drowning again

Ketika sedang tidak ada pelampung, ban, dan perahu, ada yang tahu caranya belajar berenang …?

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Sundea

Copy of IMG-20130119-00390_1358604137904_s

4 comments:

Ila mengatakan...

ga kebayang kalo aku ngrasain banjir lagi. dulu pernah kena banir sampe kasur2 diangkutin ke atas :(

Sundea mengatakan...

Iya ... dulu waktu masih tinggal di Jakarta, pas SMP, aku juga ngalamin kebanjiran2 gitu. Sampe nggak bisa keluar dari rumah karena semua jalan berhari2 ke-block sama air, mati lampu, dan nggak ada air bersih. Di sekolah juga sempet harus nyeker karena airnya masuk ke kelas ...tapi enak sih, di sekolah kaki jadi adem biarpun jadi rada keriput-keriput =D

Melissa Octoviani mengatakan...

tapi kan airnya kotor buat dipake berenang hehehehe...

salam kenal ya :)

Sundea mengatakan...

Salam kenal Melissa ...

Iya, emang kotor. Tapi ada aja lho anak-anak yang bernang2 di banjir hehehe =p