Hanya Catatan Personal tentang Pak Raden

-FX Senayan, Sabtu 21 April 2012

“Sehat, Pak Raden?”
“Termasuk, Nak, ini termasuk …”

SONY DSC

Suara Pak Raden adalah Minggu pagi dan Rabu sore bagi saya. Ketika mendengarnya menjawab pertanyaan saya, saya baru sadar betapa lekatnya kesan yang ditanamkan film boneka Si Unyil dalam diri saya. Sosok Pak Raden yang berpakaian lengkap berikut gaya bicaranya yang khas, seperti membawa saya kembali duduk di depan televisi sambil minum susu pada Minggu pagi atau sesudah mandi pada Rabu sore. Meski di masa itu saya masih sangat kecil – belum sekolah - segala yang berkesan memang selalu punya cara ajaib untuk meninggalkan jejak.



Siang itu, Pak Raden datang ke FX Senayan untuk menggambari kartu pos bersama teman-teman Card to Post dan pengunjung acara Ngerumpi Days Out. Tim pengurus Card to Post sudah meminang Pak Raden jauh sebelum kasus seputar hak ciptanya menjadi ramai di berbagai media, karenanya antusiasme pengunjung sedikit di luar perhitungan.

Kendati sudah duduk di kursi roda karena tak kuat berdiri terlalu lama, Pak Raden menanggapi semua sapaan dengan akrab.

SONY DSC

“Wah,ini mawar di antara duri,” selorohnya pada wartawan Kompas TV yang akan mewawancaranya.
“Kalau yang minta begini ya mana bisa menolak, Nak?” kata seorang pengunjung yang meminta Pak Raden menggambar untuk anaknya.
Dalam workshop, Pak Raden pun justru bertanya lebih banyak daripada peserta.
Saya tersenyum.

Ketika Pak Raden tengah sendirian, saya meliriknya. Ia tampak terkantuk-kantuk bahkan sempat tertidur sambil menunggu lift terbuka. Ia pasti lelah sekali. Meski begitu, setiap kali disapa, kelelahannya lekas tersaput. Hanya yang memperhatikannya lekat-lekatlah yang dapat menemukan keletihan yang selalu ia simpan untuk dirinya sendiri. 

SONY DSC

Satu hari sebelumnya Pak Raden bermediasi dengan PFN untuk memperjuangkan hak ciptanya atas Si Unyil. Konon cukup alot dan belum sampai kepada keputusan akhir. Pak Raden masih harus terus berjuang untuk sesuatu yang secara esensial jelas miliknya sebagai seniman. Di dalam hati saya mendoakannya. Semoga kamu pun melakukan hal yang sama …

Minggu pagi dan Rabu sore yang menjadi rutinitas masa kanak-kanak saya ternyata telah mengalir sebagai darah. Dan pada kehadiran Pak Raden, ada sesuatu yang hangat dan personal seperti panas tubuh …

SONY DSC

Sundea

Foto-foto dirampok dari dokumentasi Andreas Supangkat

2 comments:

outbound training di malang mengatakan...

kunjungan gan.,.
bagi" motivasi.,.
kekurangan kita bukanlah sesuatu yang buruk .,..
jadikanlah kekurangan kita sebagai kelebihan kita.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

tadob mengatakan...

Semoga pak Raden bisa segera sembuh dan mendapatkan kembali haknya...