Aquarium

Semacam review “Fish & Water”

Tutup matamu rapat-rapat, namun buka telingamu lebar-lebar. Anggap kepalamu sebuah aquarium dengan kaca tipis bening yang berdenting jika kau ketuk dengan ujung kuku. Lagu “Fish & Water” adalah air. Ketika kamu menjadi aquarium, ia mulai dialirkan ke dalam telingamu. Suaranya jernih dan sejuk. Kian lama kian kedap karena aquariummu semakin penuh.

Glimpse of spark, reflected on the stream
It flows ahead, moves along with a dream



Tiba-tiba seekor ikan ikut mengalir bersama air yang tertuang. Ia ramping dan kecil. Sisiknya yang seperti payet kebaya berkilau dicium bias matahari pagi. Karena si ikan begitu mungil, aquarium yang sebesar kepalamu cukup luas untuk dijelajahinya. Air yang tadinya hanya mengisi aquarium kosong jadi punya arti. Ikan kecil pun hidup karena habitat menjaganya penuh kasih.

They flow away, together captured by a morning ray
Moving ahead with no fear

Kamu merasakan air yang bergolak halus di dalam kepalamu, merespon ikan kecil yang berenang-renang tanpa lelah. Ketika si ikan berenang semakin lincah, irama air menyelaraskannya. Menjadi aquarium membuatmu bersentuh langsung dengan keduanya. Dan hanya dengan menjadi aquarium kamu dapat mendengar mereka berdua menyanyi seperti ini,

Would it be nice to have your arms in mine?
What we are?
We said we are us

Air bergolak semakin kuat, namun bukan dengan keresahan. Meski kepalamu adalah aquarium berkaca tipis, kamu tak takut golak membuatmu retak-retak. Air dan sisik payet ikan yang bergerak bersama, bermain-main manis dengan cahaya matahari yang membias di permukaanmu. Kamu adalah panggung. Matahari adalah tata cahaya. Sementara ikan dan air adalah bintangnya.

Ikan dan air terus saling merespon hingga akhirnya mulai lelah. Ikan akhirnya berhenti bergerak ke sana ke mari, meliukkan buntutnya yang seperti kipas kecil lalu mengaso di tengah-tengah aquarium. Air tetap melindunginya. Cahaya matahari pagi pamit dan bersiap menjadi siang. Dan kamu membuka matamu. Dunia sekitar kepala kembali menyapamu, namun sisa “Fish & Water” yang masih mengembun membisikkan sesuatu,

Close the eyes to see (the light)

Kamu menyentuh kepalamu dan mengetuk-ngetuknya. Tak lagi berdenting dan tak lagi tipis-rapuh. Namun, cerita “Fish & Water” masih tinggal di sana seperti ingatan akan mimpi.

Untuk babak lain yang akan kau temui di masa datang, mungkin kepalamu masih sebuah aquarium.

Buat Tyas Si Pisces dan Ronald Si Aquarius =)


Rayhan Sudrajat rayyyy Rayhan Sudrajat adalah musisi muda dari Bandung. Selain bermain gitar, ia yang juga personil band Vickyvette bereksperimen dengan berbagai macam alat musik. Lagu-lagunya manis dan hangat seperti surabi variasi dan teh sore. “Fish & Water” adalah salah satu lagu dalam EP-nya yang akan rilis bulan ini, Fish & Water. Lagu ini dinyanyikan bersama Tazkya. Berhubung rekaman aslinya belum boleh disebarluaskan, untuk sementara dengarkan dulu lagunya di sini. “Tapi bilang aslinya nggak sesederhana itu, hehehe …” pesan Rayhan. Penasaran? Tunggu rilisannya beredar. Highly reccomended.  

foto Rayhan dirampok dari sini.

4 comments:

Neni Iryani mengatakan...

Love it, Dea... Menulis review lagu dengan cara ini bener2 menarik dan filosofis gitu deh... :)

Sundea mengatakan...

Filosofish pasti karena tentang fish =D

Anw, matur suwun, ya, Nen ... hehehe

Caroline mengatakan...

mantaab. ini albumnya bisa dibeli dimana ya? seru kayaknya :D

Sundea mengatakan...

Albumnya belom keluar, katanya sih bulan ini. Tanya langsung aja sama Rayhan Sudrajatnya kapan keluar dan di mana belinya, hehehe ...

twitter Rayhan: @rayhan_sudrajat

Coba disapa, deh ... ;)