This Ship Is Called Ar(t)Ship

-Ruang Rupa, Minggu, 22 Januari 2012-

Copas- Pameran Arsip IVAA 


Teman-teman, anggap saja liburan panjang sudah tiba. Jadi, mari kita berlayar melintasi perjalanan seni visual dari masa ke masa. Indonesia Visual Art Archive (IVAA) membuatkan “ship”-nya. Dengan data-data yang terkumpul, mereka “merakit” serial katalog yang terbagi dalam empat kategori: Reka Alam, Rupa Tubuh, Kolektif Kreatif, dan Interkultur. Keempat seri katalog yang dilengkapi CD-ROM ini merupakan produk pengetahuan dari kerja dokumentasi IVAA untuk pengembangan wacana pengetahuan masyarakat kontemporer. “Katalog-katalog ini rencananya ditaruh di lembaga-lembaga pendidikan Seni Rupa,” ungkap Jessica, mahasiswa Sastra Perancis yang menjadi volunteer acara bertajuk COPAS (Copy Paste) tersebut.

COPAS adalah rangkaian acara “angkat sauh” dalam pesiar melayari perjalanan seni visual Indonesia. Termasuk di dalamnya pameran arsip IVAA yang berlangsung tanggal 20 Januari – 3 Februari 2012 di 



Ruang Rupa, Jln. Tebet Timur Dalam Raya no.6, Jakarta, serta diskusi katalog di beberapa tempat. Meski tak menghadiri diskusi, saya sempat mampir di pameran “ar(t)ship”-nya. Di ruang yang remang dan syahdu tersebut, catatan perjalanan seni visual tersusun secara sistematis. Skema perjalanan seni visual Indonesia menurut kategori Reka Alam yang dimulai dari dibuatnya Kebun Raya Bogor pada tahun 1819 menyambut di pintu. 


Kita pun diajak menikmati perjalanan sejarah dengan cara yang paling santai seperti di rumah sendiri. Di pojok ruangan tersedia sepasang sofa, dvd player, dan video-video dokumentasi IVAA. Jika bosan menonton, kita dapat berperjalanan sejarah lewat katalog-katalog yang sengaja diletakkan di meja, dekat dengan sofa dan televisi. “Katalognya dijual. Satu paket Rp 200.000,00, per bukunya 80.000,00. Tapi itu harga pameran. Kalau sesudah pameran per buku jadi Rp 120.000,00, sepaket Rp 300.000,00,” kata Jessica lagi.


IVAA sendiri adalah pusat penelitian dan dokumentasi seni kontemporer Indonesia yang berbasis di Yogyakarta dan digawangi oleh Farah Wardhani. Jika ingin tahun lebih banyak mengenai IVAA silakan berkunjung ke www.ivaa-online.org.

Hingga tulisan ini diunggah, rangkaian acara “angkat sauh” masih berlangsung. Silakan ikut merayakannya. Hari ini (Kamis 26/01) digelar diskusi Interkultur di Ruang Rupa pada jam 19.00-21.00. Pembicaranya adalah Arif Adityawan dan Jemi Irwansyah dengan moderator Ratih Sukma.

This ship –which was made by IVAA - called ar(t)ship. Setelah sauh diangkat dan kapal berlayar, siapa yang mau ikut? Mari mengenali samudera yang diarungi seni visual Indonesia …


Sundea

0 comments: