Sekuel

Sepeda yang melintasi jalan tak rata membuat tuhan terguncang-guncang. Berkali-kali ia terbentur gumpalan-gumpalan koran dingin di sekitarnya.

“Maaf, ya, tuhan, kami terus-terusan menabrakmu,” kata salah satu dari antara koran itu kemudian.
“Oh, nggak apa-apa, kok. Jalannya kan memang tidak rata,” sahut tuhan. Tenang dan arif seperti biasanya.
“Tuhan bawa apa?” tanya koran yang lainnya.
“Ini kue buah buatan Goldilocks. Kalian bawa apa?” tuhan balik bertanya.
“Ini es batu, kata Goldilocks untuk menjaga apa yang ia titipkan di dalam perutmu.”


Beberapa waktu yang lalu, gadis kecil bernama Goldilocks berjalan-jalan ke hutan. Ia yang selalu ingin tahu, masuk ke rumah keluarga beruang dan menghabiskan bubur mereka. Ketika keluarga beruang datang, Goldilocks panik. Ia berlari tunggang langgang tanpa sempat berpamitan, apa lagi meminta maaf. Tetapi begitu sampai di rumah Goldilocks merasa menyesal. Maka ia membuat kue buah dan meminta saudaranya, Goldikeys, untuk mengantar kue tersebut kepada keluarga beruang.



“Kenapa harus aku? Kenapa tidak kamu antar sendiri?” tanya Goldikeys.
“Karena kamu adalah kunci. I was locked in a certain story that said I would never come back. You are the key to make another one …


Setelah dibujuk Goldilocks, pergilah Goldikeys bersama tuhan berkue buah dan koran-koran yang membungkus es batu. Cuaca sangat panas. Perjalanan menuju hutan pun tidak pendek. Dari seorang pedagang ikan, Goldilocks belajar cara mengawetkan.




“Bungkus es batu dengan koran. Es batu tidak akan meleleh, tetapi udara di sekitarnya akan jadi sejuk. Koran dan es batu akan menjaga kestabilan suhu. Dengan cara yang alami, makananmu jadi tak mudah basi,” jelas pedagang ikan itu.


Teknik tersebut populer di kalangan pedagang seafood dan pengusaha peti mayat. Belum ada tokoh dongeng yang mencobanya, maka Goldilocks si gadis kecil berambut ikal emas menjadi pioneer.



“Menurutmu apakah keluarga beruang akan senang?” tanya koran.
“Aku yakin iya. Apa lagi Anak Beruang. Kue-kue kan selalu membuatnya senang,” sahut tuhan.
“Setelah kue ini sampai kepada keluarga beruang, akan dikemanakan kita?” tanya koran lagi.
Tuhan terdiam.

Kisah ini lalu awet dan beku, tak terkunci oleh simpulan apa-apa.

Dan Goldikeys terus mengayuh sepedanya tanpa pernah mendengar percakapan antara koran dan tuhan.



Sundea

Cerita "Goldilocks and Three Bears" bisa diintip di sini 

Artwork Gunawan W Laory (Cong Ming Liu) . Ia tumbuh di tengah keluarga Kong Hu Cu dan Katolik, karenanya Gun sangat terbuka pada perbedaan dan mempercayai Tuhan dengan cara yang unik dan personal. Saat ini, lulusan Rancang Benda Guna ITB ini membuka usaha pembuatan kotak bermana Anomeuli. Kotak Gun dirancang secara personal dan sesuai kebutuhan; mulai dari souvenir sampai properti pameran (ayo, Gun, bikin website-nya biar gampang di-link ... )

0 comments: