Bermain di Mall

Di perkotaan, mall adalah salah satu ruang publik favorit. Mall serba ada, mewakili kaum urban, nyaman, dan terbilang netral untuk konteks apa saja. Mall adalah tempat yang menarik untuk mencuci mata, meski tak cukup hangat untuk menjemur dan menyetrikanya.

Minggu ini Salamatahari bermain-main di mall. Ia mencuci mata di sana, kemudian menjemur dan menyetrikanya di rumah. Hasilnya adalah posting-posting ringan dan kinyis-kinyis seperti busana pantai. Ada petualangan sepatu Salamatahari, peringatan di eskalator, dan Mas Arif Purdian petugas parkir BIP. Sebagai penyalamatahari, hadir Ritchie Ned Hansel yang bercerita tentang abandoned trolley project-nya.

Jika kamu bermain ke mall, apa saja yang dicuci matamu? Jemur dan setrikalah di rumah kemudian kenakan dekat dengan kulitmu. Kenali muatan budaya serta kesepian dan keramaian yang diceritakannya.

Pada suatu masa, mall dikenal sebagai tempat para ABG merasa hidup. Tetapi di masa lain, ia dikenal sebagai tempat favorit untuk bunuh diri.

Bagimu sendiri apakah mall itu … ?

Selamat bermain …

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Sundea

0 comments: