Lagi, Never Say Old

-Galeri Titik Oranje Jumat, 22 Juli 2011-

Friday Market Never Say Old feat. Pameran Seni Rupa Distraksi


... atau Pameran seni rupa featuring Friday Market? Entahlah. Yang pasti, Jumat itu Galeri Titik Oranje yang terletak di Jalan Taman Pramuka no. 181 meriah seperti alun-alun menjelang Lebaran. Delapan booth berjajar memadati halaman. Ada old books dan teks yang never too old di booth Reading Lights, ada old stuffs yang fungsinya menjadi tidak old karena diolah kembali menjadi asesoris lucu-lucu di Lollydays Project, ada old clothes yang sedia diberi makna baru oleh calon pembelinya, dan lain sebagainya.




Never Say Old adalah wadah penjualan barang-barang lama. Acara ini digelar pertama kali dalam bentuk garage sale pada bulan September 2010 lalu di Jln. Siliwangi no.1. Kini formatnya lebih matang. Selain menggalang lebih banyak teman kreatif untuk turut berpartisipasi, Never Say Old hadir beriringan dengan Pameran Seni Rupa bertajuk Distraksi yang dikuratori oleh pengelola Never Say Old sendiri, Avanti Vai Anggia. 


Berbeda dengan tahun sebelumnya, Never Say Old yang tadinya berlangsung selama tiga hari, diadakan satu hari saja. Meski begitu, Friday Market tersebut justru menjadi efektif. Jika diibaratkan, penjual dan pembeli dapat sama-sama merasa kenyang tanpa kekenyangan.

Masih seperti tahun sebelumnya, Never Say Old dimeriahkan oleh hiburan-hiburan musik. Kali itu hadir antara lain Under My Pillow (yang juga tampil pada Never Say Old tahun sebelumnya), Saturday Guy, dan band yang meng-cover lagu populer “Keong Racun” ke dalam musik jazz yang sedap: Mr. Bean and The Teddy Bear. Atraksi menarik lainnya adalah performance art Darah Rouge, duel teatrikal interaktif antara perempuan Asia dan perempuan bule berpakaian tradisional. Performance art ini terbilang segar karena belum terlalu banyak kita lihat di mana-mana. 

darah rouge

Pameran Seni Rupa Distraksi dibuka oleh seniman senior Deden Sambas yang selalu antusias dan penuh semangat. Sejenak, pembukaan pameran tersebut seakan mendistraksi keriuhan pasar yang sedang berlangsung. Setelah Deden Sambas resmi membuka pameran tersebut, pengunjung berbondong-bondong memasuki ruang pameran mungil yang dihuni karya hitam-putih empat orang seniman: Vincent, Irfan, Ranny, dan Muhammad Arif.

Hari sudah tua, tapi malam ternyata tidak. Kebeliaannya masih menyala; di luar maupun di dalam Titik Oranje.
Teman-teman, Pameran Seni Rupa Distraksi masih berlangsung hingga tanggal 29 Agustus mendatang. Jangan lupa mampir ke Taman Pramuka no.181 untuk bertegur sapa dengan karya-karya yang pasti never say old untuk pemaknaan baru darimu …


Sundea 

Follow twitter Never Say Old: NSOMarket

Semua foto oleh Sundea kecuali foto performance art Darah Rouge yang dirampok dari Neni.

2 comments:

BeluBelloBelle mengatakan...

Woww...asiik :)

Sundea mengatakan...

Dateng, nggak, Belle? Pamerannya masih ada, lho...