Nol

Nol adalah awal bagi sebagian besar orang. Padahal awal itu relatif, bergantung di titik mana kita memutuskan untuk mulai berdiri.

Tetapi garis bilangan dengan jelas menempatkan nol sebagai batas tengah. Di sisi kanannya merentang bilangan positif, sementara di sisi kirinya merentang bilangan negatif. Nol menjadi sesuatu yang menetralkan tanpa muatan dan keberpihakan.

Salamatahari edisi 73 tidak membahas matematika, garis bilangan, bahkan “nol” secara langsung. Di sini akan hadir posting-posting seputar “tengah”. Ada Karen Richter si anak tengah, kursi artis yang terletak di tengah angkot, lagu Tuan Nona Kesepian yang menengahi Tuan dan Nona, serta kata hubung “dan” yang menjelma menjadi “atau”.

Teman-teman, di mana kamu berdiri ?

Melompat-lompatlah di garis bilanganmu sendiri sambil mengukur jarakmu dengan titik nol.

Selamat Hari Kenaikan Isa Al Masih bagi yang merayakan.

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Sundea

 

0 comments: