Moccafor, Metafor

-Lou Belle Shop, Jumat 17 Juni 2011-

Pasca press Conference Mocca

Ada nuansa yang berbeda antara kata “perayaan” dan “perpisahan”. Tetapi pada sore-sore yang cerah, keduanya tak tersapih. Hangat dan cahaya merayakan perjalanan pagi menuju senja. Sementara sebagai waktu, senja mengucapkan perpisahan kepada apa yang telah ditempuhnya. 






Kira-kira seperti itulah suasana di Loubelle Shop Setiabudi pada suatu Jumat sore (17/06), selepas konferensi pers Mocca. Band yang telah melanglang selama lebih dari satu dekade dan terdidri dari Indra Massad (drum), Ahmad Pratama (bass), Riko Prayitno (gitar), dan Arina Ephipania Simangunsong (vokal dan flute) tersebut memutuskan untuk vakum dalam waktu yang tidak ditentukan. Setelah konser terakhir mereka 15 Juli 2011 mendatang di Jakarta, Arina akan menikah dan menetap di Amerika Serikat.

Sore itu, selepas konfrensi pers, lagu-lagu Mocca bertebaran di udara seperti kembang gula. Sofa cokelat yang masih hangat oleh sisa panas tubuh personil Mocca seperti biskuit kopi. Ada kerenyahan dan rasa manis yang masih tinggal sesaat setelah kita menelan kembang gula dan biskuit. “Yang ditinggal biasanya lebih sedih daripada yang meninggalkan,” ujar Marine Ramdhani dari Fast Forward, label yang menaungi album-album Mocca. 




“Sebagai label, mungkin memang ini siklus aja. Kita harus cari Mocca-Mocca yang baru. Tapi belum ada yang kayak Mocca. Mocca itu semua berjalan natural,” sambung Marine.

Saya lalu memperhatikan siklus bohlam pada huruf-huruf di atas sofa. Bohlam-bohlam itu akan terus berputar hingga seseorang mencabut stop kontaknya. Selanjutnya saya memperhatikan cerah langit yang dikikis waktu secara natural. Segala sesuatu ada masanya. Kesadaran tunduk pada tenggatlah yang kadang membuat berbagai hal menjadi abadi.



Ini bukan liputan, hanya catatan sentimentil tentang metafora yang bercerita diam-diam dalam “perayaan” dan “perpisahan” yang tidak tersapih.

Time flies, but will land on priceless remembrance of things. For some special reasons. For some special people.

Sampai berjumpa di hari yang lain, Mocca, semoga esok pagi menyapa kita semua dengan kasih yang selalu sama …




Sundea

Kunjungi Mocca di http://mymocca.com/

2 comments:

dimpil mengatakan...

Mocca menemani saya sejak SMP hingga saya hampir menyelesaikan bangku perkuliahan.

daag Mocca, saya akan menunggu konser reuniannya.

ima mengatakan...

Tulisan liputanya sendu dan nyes dihati jadi kangen Mocca so much :)