Hei Kamu yang Kecil, Hei Kolong yang Luas


-Cigadung, S.14, Minggu 01 Mei 2011-

Cerita dari Kolong Meja

“Hitam, sehitam semesta
Karena tanpa hitam tak lahir cahaya …”
            -Kamu yang Kecil, Deu Galih-



Bisa jadi dalam kegelapan kita justru bisa melihat apa saja. Hanya, butuh kacamata istimewa yang bening bukan hanya pada lensanya. Anak-anak seringkali secara natural memilikinya. Mungkin karena itulah di masa kecilnya, seorang seniman bernama Endang Lestari yang akrab dipanggil Tari, menemukan macam-macam cerita di bawah kolong-kolong meja yang gelap dan sempit.



Gadis kecil bernama Layka yang juga punya kebiasaan bermain di kolong meja, membawa kembali ingatan Tari kepada petualangan-petualangan masa kanak-kanaknya. Ingatan tersebut kemudian direpresentasikan dalam pameran “Cerita dari Kolong Meja” yang digelar selama satu bulan (10 April – 10 Mei 2011) di Galeri S.14, Jln. Sosiologi 14, Cigadung. 

Kemudian, langit-langit galeri menjadi punggung meja. Awan putih yang tampak dramatis mengawasi segala cerita di bawahnya. Anak-anak kecil dari keramik berkerumun. Saat melihat mereka, entah bagaimana saya seperti mendengar mereka bercakap-cakap. Botol bening yang menyimpan biji kacang tapi menumbuhkan kuntum-kuntum bunga pun hadir di sana. Sementara itu, di pojok ruang, sebuah meja terbalik yang menopang sekotak pinsil warna yang diraut bulak-balik menimpa bantal. Gambar merdeka warna-warni digores dengan garis-garis berani. Sesekali Si Kecil Layka yang merupakan puteri kecil di kerajaan S.14 pun merespon dengan gambar dan ceritanya sendiri. 


“Melihat Layka, ingatanku kembali pada masa aku sebayanya. Kadang hal sepele yang dulu dilakukan menjadi luar biasa jika diingat saat ini,” ungkap Tari. Sebetulnya apa itu kecil dan besar ? Pada konteks tertentu, ukuran kecil dan besar menjadi terlalu relatif. Di dalam realitas tertentu, kolong meja sama sekali bukan tempat yang luas. Tetapi pada gelap yang tak mempunyai batas, Tari, Layka, dan siapapun yang masih mempunyai bocah kecil di dalam dirinya, dapat mengenakan kacamata beningnya dan menemukan keluasan semesta di sana. 


Saya lalu teringat pada lanjutan lagu Kamu yang Kecil dari Deu Galih:

“Hei kamu yang bening, lapisan dunia
di antara hitam, kamulah jendela ….”

… tengok kolong mejamu sendiri dan jadilah anak-anak yang bening.
Bertualanglah tanpa tersekat dan bernyanyilah tanpa tercekat …

Sundea

3 comments:

s.14 mengatakan...

LIKE IT!!

s.14 mengatakan...

Matur Nuwun Atas kunjungan dan luang waktunya untuk mampir dan berdiskusi bersama kami ya, dea...salam manis selalau dari laykaaaaa

Sundea mengatakan...

My pleasure ... ondang-ondang lagi, ya, kalo ada acara =D