Kupu-kupu

Beberapa saat belakangan ini, wabah ulat bulu menyerbu Indonesia. Ulat-ulat yang konon mencari tempat bermetamorfosa merambah pepohonan, memakan daun-daun, bahkan terbawa angin ke jalan-jalan. Masyarakat resah. Berbagai upaya dilakukan untuk memusnahkan kawanan ulat bulu yang terus bertambah dan bertambah.

Tetapi masa depan sebagai kupu-kupu menanti Si Ulat Bulu. Mereka yang berhasil bertahan hidup dan melalui masa-masa sulit akan dihadiahi sepasang sayap cantik. Dari antara sekian ulat bulu yang disebut hama, entah berapa banyak yang lulus mengupu-kupu dan dapat terbang dengan predikat baru; tidak lagi sebagai hama, tetapi sebagai lambang keindahan, kekuatan, dan kebebasan.

Minggu ini, untuk para ulat bulu yang berhasil mengupu-kupu atau sedang menghadapi masa sulit, Salamatahari menghadiahkan lima posting seputar kupu-kupu. Ada kupu-kupu Zsa Zsa Zsu dari Katjie Piering, ada Jalu Sind3ntosca yang sedang kembali menjadi kepompong, ada Ibu Kupu-kupu yang sering bertukar cerita dengan Anak Beruang, dan ada kupu-kupu Butterfly Trans yang sedang belajar menggelinding.

Ulat bulu terus merambah dan bertambah. Berapa banyak yang pada akhirnya dapat terbang ? Kamu… ?

Selamat hari Kartini.

Kepakkan sayapmu teman laki-laki maupun perempuan, karena sesungguhnya kupu-kupu bukan hewan yang terdiri dari satu jenis kelamin saja.

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea


0 comments: