Upside Down

“… and as I roll along I begin to find

Things aren’t always just what they seem …”

-Upside Down, Jack Jhonson-

Gempa berkekuatan 8,4 Skala Richter dan susulan-susulannya menghantam Jepang bertubi-tubi. Lalu atas dan bawah bertukar-tukar begitu cepat. Kokoh dan rapuh, bahagia dan sedih, hikmah dan amarah, serta ujung-ujung kutub lainnya saling melintasi berbalik-balik. Sudut pandang menjadi kacau. Kadang kita bahkan jadi tak tahu persis yang mana atas dan yang mana bawah.

Di situasi seperti ini, mungkin atas dan bawah tak lagi begitu penting. Kita hanya perlu memahami perputaran seperti menerima siang dan malam dalam rotasi bumi. Berteguh pada atas dan bawah hanya membuat kita mabuk kelelahan, lalu mual-mual, bahkan muntah-muntah. Sementara bermain-main bersama setiap sudut pandang akan membuat kita melihat lebih banyak, menyayangi secara lebih utuh, dan belajar tidak menghakimi pemberian hidup kepada kita.

Minggu ini hadir posting seputar bertukar-putar di zine-zine-an online ini. Ada perahu naga yang dikemudikan dari belakang, ada low is the new high versi Ginna Finalis, ada siang-malam dan atas-bawah versi Anak Beruang dan Anak Kelelawar, serta ada posting tidak penting seputar plesetan iklan.

Teman-teman, mari bermain dengan yang bertukar dan berputar. Jangan putus pula berdoa untuk saudara-saudara kita di Negeri Sakura.

Omong-omong soal doa dan berputar, pernahkah kamu bertanya: Apa betul Tuhan selalu ada di atas?

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Sundea

2 comments:

the enigma mengatakan...

sebetulnya sih, Tuhan ada dimana-mana, mau di atas atau di bawah..bahkan saya lebih percaya kalau kita dilingkupi Tuhan. :) makasih udah mampir ke blog ya dea..

Sundea mengatakan...

Sama-sama. Selalu seneng, kok, main ke blog Ella =)