Day #8: Hujan

Hujan adalah salah satu keadaan alam di dunia ini yang selalu lekat kaitannya dengan lagu. Sering kita mendengar, "Lagu A paling enak didengar ketika hujan turun, sambil menyeruput kopi hangat." Atau, "Denger lagu B di tengah hujan, rasanya adem."

Mengenai latar hujan dan kaitannya dengan lagu atau album musik, saya pernah membahasnya di sini.

Hujan juga sering menjadi inspirasi bagi para musisi dalam menciptakan karya-karya mereka. Contoh paling mudah, banyak sekali lagu yang menyertakan kata hujan di judul. Dari yang menyalahkan hujan sebagai biang keladi (Blame It On The Rain - Milli Vanilli) hingga hujan di bulan November yang sangat populer itu (November Rain - Guns N' Roses)

Namun dari semua lagu hebat mengenai hujan ataupun yang cocok dinikmati di kala hujan, hingga saat ini rasanya tidak ada yang dapat mengalahkan kesederhanaan lagu "Hujan" ciptaan Ibu Sud, salah satu seniman besar Indonesia yang mendedikasikan dirinya sebagai pencipta lagu khusus anak-anak.



Ibu Sud menciptakan lagu "Hujan" setelah mendapati genting di rumah sewaannya di bilangan jalan Kramat, Jakarta telah bocor. Dari kejadian yang sangat umum itu, terciptalah untaian nada dan lirik yang bersahaja yang mampu bertahan hingga puluhan tahun hingga kini.

Lagu ini tidak memiliki tendensi apapun selain ingin merayakan hujan dengan suka cita. Hujan dalam lagu ini walaupun pada sejarahnya telah membuat genting rumah penciptanya bocor, namun akan selalu dikenang sebagai hujan paling baik hati untuk rakyat Indonesia. Karena telah menghibur jutaan anak Indonesia yang menyanyikannya.

dimascropped
Dimas Ario Freelance writer. Editor. Radio Producer. Bassist of Ballads of The Cliche. Semua titel yang melekat pada pria yang satu ini memiliki satu benang merah: kecintaannya pada musik. Sengaja membuat blog “Madah Bakti” khusus untuk #30harimenulis dengan catatan bahwa dia adalah orang yang pertama membuat posting-posting untuk misi ini terangkum dalam satu tema (dikutip dari review Maradilla)






Tentang 30 Hari Menulis
“30 hari menulis” adalah sebuah program seru yang digagas oleh Theoresia Rumthe (penyiar MGT 101.1 FM dan penulis) dan diasuh oleh Maradilla Syachridar (penyiar Sky 90.50 FM dan penulis).
Bekerja sama dengan Salamatahari, telah terpilih peserta yang memperoleh buku “Salamatahari 1” atau “Salamatahari #2”. Sebuah posting seputar 30 hari menulis pun hadir setiap minggu di www.salamatahari.com.

Ingin tahu dan menjadi peserta 30 hari menulis? Mari klik http://maradillasyachridar.tumblr.com/

0 comments: