Telinga

Umumnya, telinga diciptakan berpasangan. Pada manusia, mereka terletak di kiri dan kanan kepala, menjaga keseimbangan seperti kedua wadah timbangan. Telinga menangkap suara, kekayaan yang kadang menyembunyikan diri dari mata, memberi kita ruang lebih luas untuk membangun imajinasi, serta lebih peka untuk mengerti.

Minggu ini Salamatahari berbagi posting-posting seputar telinga. Ada anting-anting Mama Sun, HW Plainview dalam There Will be Blood yang justru diselamatkan karena tak bisa mendengar, cerita mengenai kuping cangkir, dan telinga Dea yang berkenalan dengan dua bonus dari album About A

Ini adalah Salamatahari edisi 44, angka yang kembar seperti telinga. Ini adalah masanya para Libra, zodiak dengan simbol timbangan. 

Selamat hari ini, Teman-teman …
Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea


3 comments:

priska mengatakan...

teh dea, ini priska (sasindo unpad 08 yg dulu pernah ada di kelas penulisan kreatif nya pak Baban :D). sebelumnya maaf karena komennya gak nyambung sm postingan ini :D gini teh, dalam rangka Bulan Bahasa, Gelanggang mau ngadain acara namanya Indonesia Bercerita di Bulan Bahasa dan Sastra. Salah satu acaranya lomba mading. Nah, kita pengen ngundang teteh buat jadi juri acara lomba mading tanggal 28 oktober nanti. Juri lainnya insya Allah pak Irfan Hidayatullah sama Pak Eko Endarmoko. Kira-kira teteh bisa ga? :D oh ya makasih sebelumnya dan maaf karena ngehubunginnya lewat blog :D

Oh iya, kalau mau tau lebih jelas tentang acaranya, bisa diliat di http://gelanggangsasindounpad.wordpress.com :))

Sundea mengatakan...

kirim email ke salamatahari.sundea@gmail.com, Pris ... kayaknya sih bisa, deh ...

priska mengatakan...

oh iya teh, udah dikirim emailnya. mohon maaf udah mengganggu di sini :D