Go Grin

Senyum adalah pohon yang mempunyai banyak ranting. “Grin” salah satunya. Ini adalah jenis senyum tengil yang memperlihatkan gigi-gigi depan. Ia membuat jengkel sekaligus meluruhkannya. Untuk konteks tertentu, “grin” adalah permintaan maaf yang secara persuatif justru mengajak “korban” terlibat dalam suka ria permainan.

Seperti gigi depan yang berseri, pada www.salamatahari.com edisi ini hadir posting-posting yang mengajakmu ber -“go grin” ria. Ada kekocakan gig “Santay-santay Tengah Pekan”, Mufti Amenk Priyanka dan karyanya yang sangat “go grin”, obrolan-obrolan absurd-absurd inspiratif bersama tukang taksi, dan review Maradilla mengenai Tara Seprita, salah satu peserta #30 hari menulis yang telah merampungkan misi dan membuat tulisan-tulisan yang menyenangkan.

Teman-teman, cengirkan “go grin” di dunia yang sedang abu-abu diliputi berita-berita nestapa nan serius. Karena kita adalah homo ludens (manusia yang bermain), sah adanya kembali mengakomodasi hasrat ketengelin kita yang purba sekali-sekali. 

Last but not least … jangan lupa, ya, sikat gigimu dua kali sehari setiap hari sebelum “go grin” …

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea

0 comments: