Felix Daas

Felix Dass. yang pasti seorang penulis atau jurnalis.

felix
Mereview seorang reviewer? Inilah yang saya lakukan sekarang. Sedikit nekat (kalau teman saya bilang), seperti menggurui seorang guru. Tapi justru, bagi saya, rasanya menyenangkan, ketika terbiasa melihat tulisan seorang Felix Dass yang terbiasa mengulas banyak hal, tiba-tiba mendapat kesempatan untuk sedikit mengulas tentang dirinya. 



Sebenarnya, kalau dilihat dari keseluruhan postingnya, hampir saja saya mengkategorikan tulisan-tulisan Felix ke dalam kategori review musik dan makanan. Eh tapi, setelah dicermati lagi, akhirnya kesimpulan saya berubah menjadi kategori campur-campur. Hahaha. Tulisan-tulisan yang terkumpul di misi #30harimenulis-nya, menjadi sebuah jurnal tersendiri, yang membuat saya sedikit bertanya-tanya, apa rasanya menjadi benda-benda atau makhluk yang berada di sekitar Felix? Dari parkiran motor, warteg, Singapura, Belle and Sebastian, hingga ceritanya seputar pekerjaan, semua (saya asumsikan) tidak luput dari komentar kecil yang (mungkin) mendekam di kepalanya dan ujung-ujungnya berkembang menjadi sebuah postingan yang well, fair enough. Ada pujian, ada juga kritik. Konsistensinya dalam tulisan yang kebanyakan bersifat jurnalisme membuatnya matang, dan berbisik pada saya, jam terbang, non. jam terbang. Berikut contoh kata-katanya yang saya suka pada postingan ke-24:

…..Sebenarnya, saya ingin menulis tentang Java Rockin’ Land malam ini. Tapi di perjalanan keluar bandara tadi, kok saya merasa perlu untuk mengubah niat.

Saya berpikir tentang rumah. Rumah yang ini, belum banyak saya kunjungi. Sebenar-benarnya, saya juga tidak punya rencana untuk mengunjunginya dalam waktu dekat; ada prioritas lain. Ada sesuatu yang menyeruak masuk ketika saya mendapati bahwa rumah itu bisa dijangkau dengan selemparan kolor.

Saya juga selalu cinta kejutan; baik dikejutkan atau membuat kejutan –yang kedua saya lebih ahli rasanya—. Dan rasanya, sekali ini, saya harus mengalamatkan kejutan itu pada dia yang terkasih di sana.

Dunia ada di belakang dan sesederhana mungkin, saya harus menjawabnya dengan usaha terbesar…..

Maradilla

“30 hari menulis” adalah sebuah program seru yang digagas oleh Theoresia Rumthe (penyiar MGT 101.1 FM dan penulis) dan diasuh oleh Maradilla Syachridar (penyiar Sky 90.50 FM dan penulis).
Bekerja sama dengan Salamatahari, akan terpilih beberapa peserta yang akan memperoleh buku “Salamatahari 1” atau “Salamatahari #2”. Sebuah posting seputar 30 hari menulis pun hadir setiap minggu di www.salamatahari.com.

Ingin tahu dan menjadi peserta 30 hari menulis? Mari klik http://maradillasyachridar.tumblr.com/

0 comments: