Think Black*


Tuhan yang hitam tersebar di mana-mana. Melayang-layang di jalan, menantimu di pasar-pasar, menjadi gada-gada di perkebunan, menenteng tajil, menyembunyikan pembalut yang dibuang ke tong sampah, dan menjaga kepalamu dari air hujan. Ia yang hitam terampil meyerap silau dan pandai menyimpan rahasia. Tuhan hitam mengajarkan pada saya bahwa kesucian tak terbatas warna.

Minggu ini www.salamatahari.com berbagi cerita seputar think black. Ada tuhan kresek hitam dan bungkus snack rasa ikan, ada album Sarasvati yang menjelma bayang di dinding, ada Onde Mande Si Monyet Hitam narsis sebagai penyalamatahari, dan ada tuhan hitam yang melapisi sadel gerobak penjual krupuk.

Hitam tidak selalu membutakan, kadang ia justru mempertegas cahaya. Hitam tak selalu mengerikan, adakalanya ia jadi sahabat terbaikmu. Hitam memiliki kearifannya sendiri. Ia menorehkan cerita di kertas putih, menyimpan sesuatu yang mungkin justru mencelikkan mata hati. 

Selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1431 H, Teman-teman
Think black, berikan arti pada putihmu …

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea

*diculik dari tagline rokok Djarum Black

3 comments:

Rie mengatakan...

Liat deh langit malem. Item & gelap kan? Tp justru krn item itu makanya bulan sama bintang keliatan.

Sundea mengatakan...

=)

blueismycolour mengatakan...

Dea...
arghhh! gw selalu suka rangkuman lo utk tiap edisi..

Hitam tak selalu membutakan kadang memperterang cahaya! absolutely..

Kl ga ada hitam kt ga tau yg namanya putih bersih bkn? :p