Launching Rona Kata


Tanggal : 8 Agustus 2010
Jam : 15.00-18.00
Tempat : Gedung Indonesia Menggugat,
Jl. Perintis Kemerdekaan no. 5
Bandung, Indonesia
posteronakata
“Puisi pada hakikatnya merupakan refleksi ekspresif jiwa yang diungkapkan dalam untaian kata-kata dan menimbulkan berbagai kesan dan pesan. Karena perasaan halus sebagai bagian dari kodratnya, perempuan merasa lebih akrab dalam merefleksikan ekspresi jiwa melalui puisi, seperti yang tercermin dalam Rona Kata ini.”

M. Husseyn Umar – Ahli Hukum dan Penyair, Ketua Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin

“Kesepuluh perempuan dalam Ro...na Kata ini, ibarat sepuluh jemari yang tengah menyatu. Seperti sepasang tangan yang dimiliki seorang pianis saat mencipta harmoni notasi, juga yang dimiliki pematung saat mencipta keindahan bentuk ragawi. Antologi ini mendandani paras perpuisian Indonesia dengan rona tersendiri. Bahwa ternyata, imaji keindahan perempuan tak selalu diletakkan pada stigma cantik rupa dan menariknya raga, namun juga pada ‘rona kata-kata’.”Yuris Dewandaru – Peminat Puisi, www.tusukgigi.com

“Sungguh menyejukkan ketika membaca sebuah buku yang berisikan untaian kata indah dan bermakna. Menikmati kumpulan puisi ini bagaikan mengecap sapaan alam dalam bentuknya yang paling halus: semilir angin, rintik hujan, dan wangi bunga. Sederhana sekaligus menakjubkan.”
Dewi Lestari – Penulis
“Seperti mendapatkan sebuket bunga! Warna-warni rangkaiannya, campur baur wanginya. Tersembah dari perempuan-perempuan Indonesia sebagai sahabat, kekasih, teman berbagi, dan pelakon kehidupan. Mengingatkan kita pada perjalanan: kehilangan, kerinduan, harapan, dan kesempatan. Saya menikmatinya sambil menyeruput air mineral, yang rasanya dapat berubah manis, asin, asam, dan getir. Mengikuti emosi yang tersirat dalam tiap lembarnya.”
Mira Tulaar – Program Director Trax FM Jakarta

Perempuan.
Selain tampilan, perempuan juga dihubungkan dengan segala karya yang membetuk keindahan tersendiri.
Salah satunya adalah puisi.
Bentuk karya sastra satu itu tidak bisa jauh-jauh dari perempuan, baik dari segi ide isi pencipta, dan tentu saja yang menikmatinya. Perempuan adalah benar-benar sebentuk media yang sarat sasaran, menjadikan barisan kalimat bermakna yang kadang absurd itu menjadi lebih indah.
RONA KATA : Antologi Sepuluh Perempuan Pecinta Puisi (from Bandung)

(Desiyanti, Yunis Kartika, Miranda Risang Ayu Palar, Dian Hartati, Heliana Sinaga, Violleta Simatupang, Palupi Sri Kinkin, Theoresia Rumthe, Anjar Anastasia dan Tisa Granicia)
Selain launching, menampilkan pula:
* deugalih
* Syarif n' friends
* Grace dan Tesla (akustik jazz)
* Christian Jati (gitar jazz)
* Performing art
Acara gratis.

Jika Anda mau memiliki buku ini, bisa membeli di tempat dengan harga diskon.
Acara ini kerjasama dengan:
* Penerbit Alumni - Bandung
* Gedung Indonesia Menggugat.

2 comments:

Nia Janiar mengatakan...

Kalau Tuhan berkenan, saya akan datang.

Sundea mengatakan...

Tuhan pasti berkenan kalo untuk maksud baik, Ni ... =p