Dunia dalam Botol Bottlesmoker: Jin Angkuy dan Jin Nobie

Di dalam botol Bottlesmoker berdiam dua jin baik hati; Anggung Suherman (Angkuy) dan Ryan Adzani (Nobie). Jika jin botol dalam Alladin mengabulkan tiga permintaan agar dapat bebas dari botolnya, Angkuy dan Nobie menghadiahimu electro child-music kemudian menjadi bebas dengan sendirinya. Mulai bermusik pada tahun 2003, ditolak radio dan label, tapi passion dan ketulusan menjaga konsistensi dan mengantar mereka mencapai pendengarnya.
Berikut adalah kisah senang dan sedih dynamic duo yang menamai diri Bottlesmoker karena sering menjadikan botol sebagai asbak. 
Dea: Katanya musik kalian disebut “bedroom music” ya? Sebenernya bedroom music itu apa, sih?
Angkuy: Wartawan-wartawan aja yang ngasih nama begitu. Kita dianggepnya gig yang ansos (anti sosial), ngerjain lagunya di kamar aja karena ada software. 
Nobie: Tapi di dunia maya kayak kuda lepas dari kandang … hahahaha …
Dea: Hahaha … gimana, tuh?
Angkuy: Kita kan nyebar musik di mana-mana, ke temen-temen, di seluruh komputer warnet, sampe bikin gosip Bottlesmoker bukan bikinan Indonesia. Akhirnya kata Gembi (salah satu teman yang ini sudah bekerja di majalah For Him Magazine), “Kuy, daripada nggak teratur mending pelajarin net label”. Kita bikin album pertama kali taun 2006, Before Circus Over. Waktu itu kita nggak ngeluarin dalam bentuk fisik, nggak berani, tapi ada net label dari Spanyol yang giat banget nyebarinnya, jadi di sana rame. Net label itu ngerjainnya sendiri. Kita pernah dibilang musisi pecundang karena beraninya di dunia maya. Rilisan kita sempet nggak bisa diputer di radio karena nggak ada bentuk fisiknya. Tapi taun 2008 baru orang ngomongin net label dan sekarang rilisan net label bisa masuk penghargaan Icema. Seneng aja kita bisa ngebuktiin ke mereka …
Dea: Asyik. Dan sampe sekarang kalian masih terus konsisten ngebagi-bagiin lagu-lagu Bottlesmoker secara gratis kan, ya? Terus katanya kalian punya program SASE. Coba, deh, diceritain …
Angkuy: SASE itu “Send Address Stamp Envelope”. Kalau mau di-burn-in lagunya Bottlesmoker, bisa kirim CD, alamat, perangko balesan, ke Griya Bandung Asri 1 Blok C no.71, Bandung 40288 a.n Angkuy.
Dea: Apa yang seru dari bagi-bagi musik kalian secara gratis?
Angkuy: Feedback free-nya itu. Seneng banget kalau dapet email, “Saya bikinin klip, lho, buat kamu” , Screamous ngasih baju, ada Juliuz yang mau manajerin kita, ada yang mau ke Eropa terus ngebikinin CD kita dan ngebagi-bagiin di sana, yang lucu pernah ada tukang fotokopi yang ngeliat kita di MTV Insomnia. Pas saya motokopi dia bilang, “Mas baik ngegratisin lagu, jadi fotokopinya digratisin aja.”
Dea: Hahahaha … seru banget …
Nobie: Ada juga yang punya keyboard terus dikasih ke kita. Mereka bilangnya, “Sama kalian pasti kepakelah …”
Dea: Oh, iya. Salah satu yang unik lagi dari kalian, selain pake program, kalian juga bikin musik pake mainan. Gimana, tuh, awalnya?
Angkuy: Ketika mulai banyak disuruh main, kayaknya kan kita useless aja di panggung kalau cuma bawa komputer terus mencet play. Jadi kita search alat-alat di Google, ternyata mahal-mahal. Nah, pas jalan-jalan di BIP kita ketemu glocken spiel. Waktu itu harganya masih sertaus berapa … gitu. Jadi kita nabung.
Nobie: Terus kita ditawarin manggung di ITB. Ternyata dibayar. Pas dapet DP kita langsung lari ke BIP beli glocken spiel.
Dea: Alat kalian tuh apa aja, sih?
Angkuy: Apa,ya? Toy keyboard ada 7, glocken spiel ada 3, handbell, pianica, melodic, home keyboard, dan akhirnya … impian dari dulu … kita udah beli synthesizer.
Nobie: Iyaaaa … akhirnya ... bulan kemarin. Dulu kepikirnya nggak akan kebeli.
Angkuy: Terus ada Q Chord, Dulu pas liat alat itu di google, ya kita simpen aja dalem hati.
Dea: Aduuuh
Angkuy: Kita beli alat-alat kita nyicil banget.
Dea: Btw, kalian sendiri mandang musik kalian gimana, sih?
Angkuy: Musik kami adalah musik yang memiliki kepolosan bertutur hanya melalui nada-nada. Menjadi lebih luas maknanya karena tanpa lirik. Di dalamnya terdapat nada-nada catchy yang sebenernya dilahirin dari pikiran yang sedih dan gelisah; terdengar childish, polos, tulus, sederhana karena menggunakan suara dari toy. Mungkin musik kami seperti anak yang mengharapkan perhatian.
Nobie: Sekarang kita juga lagi mulai bikin-bikin lagu buat backsound film dan dokumenter, ada selebritis yang minta dibikinin lagu, tapi kami nggak pake nama Bottlesmoker.
Dea: Kenapa?
Nobie: Takut bersinggungan sama Bottlesmoker. Kita Bottlesmoker kan begini. Kita udah enjoy sama karakternya, free share itu. Ya … kayak kalo kita pegang sapu, namanya penyapu. Kalau pegang pistol, namanya jadi penembak.
Dea: Hehehe … metafornya bagus. Terusterus, pertanyaan klise,nih, apa salah satu pengalaman kalian yang tak terlupakan?
Angkuy: Pernah kita malem-malem pinjem keyboard, naek motor, eh, ujan. Akhirnya yang pake jas ujan keyboardnya.
Nobie: Terus sambil bawa keyboard kita ngomong, “sedih, ya?” tapi udahnya bwahahahaha … kita ketawa-ketawa.
Dea: Hahahaha … terakhir, nih. Pernah baca Salamatahari? Apa pendapat kalian tentang Salamatahari?
Angkuy: Aku baca webnya. Kalau diibaratkan si penceritanya kayak Matilda, anak polos yang peduli terhadap lingkungan sekitar dan nyoba ngasih tau ke temen-temennya dengan gaya dia. Terus pas liat twit-twit kamu, kamu kayak punya dunia sendiri …
Nobie: Kalo dalam twit, walaupun dari sisi kata-katanya polos, maknanya beda. Kayak twit anak-anak, tapi nggak kekanak-kanakkan.
Dea: Terima kasih, terima kasih … baiklah … untuk sementara segini dulu. Semoga sukses, Bottlesmoker. The more you share, the more you get. Keep the spirit on, ya …
Ada dunia lapang yang penuh kasih di dalam botol Bottlesmoker. Alih-alih minta dibebaskan, kedua jin yang mendiaminya justru menemukan kebebasan dan membebaskan di sana. Ketulusan membuat mereka tak pernah merasa terlalu misikin untuk membagi apapun yang mereka miliki.
Ingin ikut bertandang ke dunia dalam botol mereka? Klik http://www.myspace.com/bottlesmoker. Temukan kepolosan anak-anak yang akan membuatmu jatuh sayang. Sepulang dari sana, jangan lupa bawa oleh-oleh, ya … ;)
Sundea

5 comments:

MUHAMMAD AKBAR mengatakan...

salamatahari dan bottlesmoker kyk adik kakak

Sundea mengatakan...

Akbar Oomnya ... hehehehe ...

eizaaaaa:) mengatakan...

waaah.. kalimatnya keren banget itu, ternyata mereka menyimpan kata-katanya buat wawancara ya, bukan lirik lagu..haha
eh, tau ngga? aku pernah chat sama mereka di y!m dan mereka nanggepin aku dengan ramaaaah banget, itu yang buat aku makin seneng sama bottlesmoker hhi. tapi sepertinya mereka ngga ingat karena saking banyaknya fans yang juga mereka perlakukan sama (:

Sundea mengatakan...

Hehehehe ... iya, Za, mungkin "teks"-nya mereka simpen buat wawancara.

Iya, mereka sangat nice dan bener2 tulus pengen berbagi dlm karyanya. Salut, deh, sama mereka ... =)

Yulius mengatakan...

hihihi.. lucu ya kalian teh.. :D