Pecahkan Kaca Bila dalam Keadaan Darurat

Pada sebuah perjalanan dengan transjakarta, sebuah sticker menarik perhatian saya : “Pecahkan Kaca Bila dalam Keadaan Darurat”. Di sebelahnya tergantung benda logam tajam ; tampak sengaja dirancang untuk memecahkan kaca. Adakalanya memecahkan justru disarankan untuk meyelamatkan sesuatu yang lebih besar.

Minggu ini ada posting-posting tentang pemecahan yang menyelamatkan. Ada perempuan-perempuan pereceh yang menjadi sarana memecah uang besar, ada wawancara tabrak lari yang memecah ketegangan, ada tiga seniman perempuan yang berkarya untuk memecah rutinitas mereka di Jakarta, dan ada foto Che Guevera lebam dalam opletten yang memecah konstruksi wajah Che Guevara yang beredar.

Bertahun-tahun silam, dengan catatan-catatannya Kartini memecahkan kotak kaca yang mengungkung perempuan dalam sebuah display. Penanya yang tajam seperti alat pemecah dalam transjakarta. Catatannya yang terbuka seperti kaca pecah yang memberi jalan melompat keluar. 

Teman-teman, dalam keadaan darurat, jagan ragu memecahkan kaca ; melompatlah keluar.

Selamat hari Kartini, 21 April
Selamat hari Bumi, 22 April
Selamat hari Buku, 23 April

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Sundea

0 comments: