Satu-satu-satu

Satu-satu-satu
Hujan yang lurus-lurus turun seperti angka satu. Ia yang mengepung Food Court Merdeka, Bandung, membuat Theo dan Dea tak bisa beranjak. Rencana mencari bahan cerita untuk Salamatahari.blogspot menggantung seperti awan hitam.

Satu-satu-satu
Satu-satu kursi Food Court Merdeka diangkat ke meja. “Kayaknya udah mau tutup, ya ?” tanya Dea. “Kayaknya iya,” sahut Theo. Hujan yang seperti angka satu tak kunjung reda, tak peduli pada Theo dan Dea yang gelisah melihat pengunjung food court yang satu-satu meninggalkan kursi. 

zahrasatu Di tengah orang-orang dewasa yang gegas berkemas, satu gadis kecil berdiri diam-diam. Sambil mencatat-catat, sesekali ia menarik ingusnya yang melorot dari hidung seperti angka satu.
“Hei, namanya siapa ?” sapa Dea
“Zahra.”
“Sekarang Zahra umur berapa ?”
“Nggak tau.”
“Umur empat tahun,”celetuk seorang ibu muda seraya menghampiri lalu mengelap ingus Zahra, “Zahra ini begini, orangnya jarang ngomong, makanya suka dibilang judes, dibilang sombong.” 

Satu-satu-satu
Satu-satu aku sayang ibu. Ketika Teh Enung, Ibunda Zahra memakaikan jaket padanya, Zahra mulai berceloteh dan tersenyum. “Zahra artinya cemerlang,” kata Sang Ibu. Dan melalui senyumnya yang menutup serangkaian lelah yang melingkupi Food Court Merdeka, Dea jelas melihat kecemerlangannya.

zahramamadua
Satu-satu-satu
Ternyata sejak tadi Zahra tak henti menggoreskan angka satu di nota merah mudanya. “Kenapa suka bikin angka satu, Za ?” tanya Dea. Zahra tidak menjawab. Ia malah menorehkan “satu-satu-satu” semakin cepat di notanya seperti hujan yang turun “satu-satu-satu” semakin deras di luar sana.
zahrasatusatu

Satu-satu-satu
Sesungguhnya hujan yang turun seperti angka satu mengepung Food Court Merdeka ingin menyampaikan sesuatu, “Tak perlu jauh-jauh keluar mencari bahan tulisan, Dea. Di dalam sini ada peristiwa satu-satu-satu yang menarik untuk kau baca dan tuliskan …”

Satu-satu-satu
Kali itu, hujan satu-satu-satu yang seperti peluru turun tepat waktu. 

Sundea
terakhir

3 comments:

widi mengatakan...

wahhhhhh bnran ini menarik bgt bwt dibaca.......

kira2 knapa ya zahra terus2an nulis angka 1..???????

Aditya Naratama mengatakan...

Ini magis banget ceritanya! Hubungan antara dera hujan dan angka 1 yang terus ditulis Zahra itu jadi berkesan sangat magis!

Dari fotonya aku lihat dia serius banget mencatat.. kalau ada di situ aku pasti ngira si Zahra sedang mencatat sesuatu yang penting (seperti mengaudit misalnya, hehe) Tapi nilai penting siapa yang ngitung?
Zahra asyik menulis angka 1 seperti dera hujan.. dan cuma dia yang mengerti apa maksudnya, pemaknaan yang amat pribadi.. mungkin dia sedang mengungkapkan isi hatinya melalui rangkaian angka 1.. seperti kode biner..

11 11111 11 11 11111
11 11 11 11 11 11
11 11111 111 11111
11 11
11111 11111

Happy Dalentine's Day Dea

Sundea mengatakan...

@ Widi : Itu juga pertanyaan aku, Wid ...

@ Ndit : Halah, iya ... kok berkesan magis, ya ? Zahra kayak ngontrol ujan yg turun. Agak kevoodo-voodoo-an gitu kesannya ...

Tadinya aku kira dia lagi main restoran2an. Ternyata serius bikin angka satu. Pas dia nggoresinnya makin cepet, ujannya juga makin deras, lho. Wow !

Dalentine's day itu apa, Ndit ?