Alat Pemadam Kebakaran di Museum

Minggu ini, Dea jadi reporter cabutan di news letter International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA). Tanggal 21 Agustus kemaren, Dea ketugasan ngeliput team leaders IOAA jalan-jalan ke museum geologi, Bandung.

Di antara batu-batu yang warnanya semu, ada alat pemadam yang warnanya merah cerah. Yang kasian, dia keliatan kesepian. Waktu Pak Sinung keliling-keliling ngasih penjelasan tentang batu-batu di museum, alat pemadam kejepit di antara pintu kaca. Nggak ikut dijelasin. Terlupakan.

Karena kasian, Dea nyamperin alat pemadam itu. Sambil moto-moto dia, dengan sukarela, Dea ngejelasin ke setiap orang siapa dia. Greg, team leader dari Polandia, tampak jadi tertarik juga sama si alat pemadam. Dia ikut-ikutan motretin si alat dan mikirin nasib dia. “Mungkin dia nggak terlalu sendirian. Mungkin ada alat pemadam lain di sini,” kata Greg. Jadi kami nyari tau; siapa tau ada alat pemadam lain. Ternyata ada, temen-temen ! Dia kegantung persis di sebrang alat pemadam yang pertama kali jadi temen Dea. “Mungkin ada yang lain lagi …,” Dea jadi bersemangat. Dan memang ada. Di lantai satu, ada tiga alat pemadam kebakaran.

Pas naek ke lantai dua, kami ngeliat satu alat pemadam lagi. Dia sendirian di sana. “Kalau yang ini, kayaknya bener2 kesepian,” kata Dea ke Greg. Greg ngamatin si alat pemadam. Abis itu tau-tau dia tampak gembira. “Nggak juga. Liat, deh,” kata Greg sambil nunjukkin angka-angka yang ketempel di si alat pemadam. “Ini tanggal uji coba dia. Artinya, setiap tanggal tertentu, dia jalan-jalan keluar. Dia juga punya hiburan, kok,” kata Greg. Abis itu kita berdua jadi senang. Kita tau alat-alat pemadam itu lebih bahagia dari yang kita tadinya duga.

Temen-temen, pas Dea peratiin ahli-ahli astronomi itu ternyata peduli banget sama hal-hal kecil. Ada yang takjub liat melinjo, ada yang ngeliatin daun jatoh dengan penuh perhatian, ada lagi yang kayak Greg, peduli sama alat pemadam kebakaran di museum geologi.

Mungkin mereka begitu karena kerjanya ngeliat bintang yang kecil-kecil dan bersinar. Tapi bukannya bintang sebetulnya besar dan kompleks kalau diliat lebih saksama ?




Greg,
astronomer yang suka bermain-main







0 comments: