Kastor dan Pollux, Sang Dioskuroi

Siapa sih Dioskuroi? Kenapa mereka jadi lambang Gemini? Gimana mitologinya? Kenapa Dea sering nyebut-nyebut mereka?

Karena edisi ini temanya “Dioskuroi”, Dea bakal nulis dongeng singkat tentang si kembar yang sebenernya nggak kembar-kembar amat ini. FYI, biang keroknya Zeus! Memang, sih, bapack-bapack ini dewa segala dewa. Tapi dia juga pembuat onar dan penebar benih di mana-mana. Tolong jangan dijadiin suri tauladan  -_-

Ada beberapa versi cerita Dioskuroi. Ini yang Dea share cuma salah satu versi, ya… 

Leda and The Swan - Leonardo da Vinci
 

Syahdan, hiduplah Ratu Spartan yang cantik jelita. Namanya Leda, istri tercinta Raja Tyndareus. Kecantikannya memikat Zeus, dewa segala dewa. Meskipun Leda sudah bersuami, niat Zeus untuk menyosor Leda tidak surut. Harfiah, lho, ini teman-teman, MENYOSOR.

Demi melancarkan niat jeleknya itu, Zeus menyamar menjadi angsa. Pada suatu hari, di depan Leda, si angsa palsu ini pura-pura lari ketakutan dikejar elang. Leda yang baik hati bermaksud menyelamatkan unggas malang tersebut. Tapi waktu Leda mendekap angsa jadi-jadian itu … HAP … tiba-tiba si angsa memperkosa Leda dengan sosoran maut. Brengsek banget. Parah!

Akibat pemerkosaan itu, Leda hamil. Karena di hari yang sama Leda juga berhubungan intim dengan sang suami, ia mengandung dua butir telur. Dari telur pertama lahirlah anak-anak ilahi Zeus: Pollux dan Helene, sementara dari telur kedua lahir anak-anak fana Tyndareus: Kastor dan Klitemnestra.

Meskipun beda bapak, sejak kecil Pollux dan Kastor tidak terpisah. Keduanya sama-sama gemar melaut. Di mitologi, ada beberapa cerita seru tentang pelayaran mereka, tapi supaya tidak melebar ke mana-mana, kapan-kapan saja ya ceritanya.

Castor and Pollux - Giovanni Battista Cipriani
 

Selain itu, si kembar yang tidak terlalu kembar ini juga punya keahlian sendiri-sendiri. Pollux dikenal jago tinju sementara Kastor ahli berkuda. Tapi yang pasti keduanya jago berperang.

Karena masih sama-sama hidup di dunia, keduanya tidak menyadari perbedaan esensial yang membatasi mereka: Pollux abadi, sementara Kastor fana. Sampai pada suatu hari, Helene, saudari mereka, diculik oleh Theseus dari Attic. Dengan gagah berani Kastor dan Pollux berangkat ke Attic untuk menyelamatkan Helene. Sayangnya, Kastor yang fana gugur di medan pertempuran. Untuk pertama kalinya Pollux sadar, ia dan Kastor dapat dipisahkan oleh satu hal: maut.

“Ambil saja keilahianku! Lebih baik aku fana!” Raung Pollux yang dirundung duka. Ia tak ingin hidup abadi jika harus terpisah dari Kastor.

Zeus merasa iba. Ketimbang mencabut seluruh keilahian Pollux, ia memilih mengambil separuh dan memberikannya kepada Kastor. Sejak saat itu Pollux dan Kastor tak pernah terpisah lagi. Selama setengah tahun mereka hidup di Olympus, kediaman para dewa, sementara setengah tahun sisanya mereka habiskan di dunia orang mati, Hades.

Keduanya pun diabadikan sebagai rasi bintang Gemini, dua saudara yang tak terpisah, pelindung para pelaut, segala sesuatu yang tampak berbeda tetapi berpasang-pasangan: kehidupan dan kematian, kesenangan dan kesedihan, kemenangan dan kekalahan, serta para Gemini yang merengkuh kutub-kutub itu sehingga kerap merasa isi kepalanya begitu rumit.

Dioskuroi sendiri diambil dari kata “Dios” yang artinya “kepunyaan Zeus” dan “kouroi” yang adalah bentuk plural dari “anak laki-laki”. Artinya dua-duanya dianggap anak-anaknya Zeus dong nih.

Tyndareusnya apa kabar, ya…? 

The Remorse of Orestes - William-Adolphe Bouguereau
 

Dea nggak tau harus nutup dongeng-dongengan ini dengan kalimat apa. Begitu ajalah ya, yang penting temen-temen tau siapa itu Dioskuroi dan ada cerita apa di baliknya.

Sapardi Djoko Damono pernah berkata, “yang fana adalah waktu, kita abadi”.

Padahal yang fana adalah Kastor, bagelen abadi…  

Antikpraveda.blogspot.com

 

Komentar