Setelah Riuh Rendah Gerhana

-Bandung, 9 Maret 2016-

Ketika Gerhana Matahari

"Bahwasanya Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertautkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdoa sehingga selesai gerhana."

-sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam-


Hari itu, riuh rendah gerhana mempersatukan banyak orang dalam episode cerita yang sama. Di media sosial, di berbagai kota yang berbeda, mendadak semuanya menjadi akrab karena punya ketertarikan yang sama. Mereka tidak banyak berselisih seperti biasanya, tetapi berbagi informasi seputar gerhana dan apa yang mereka lihat dari tempat masing-masing. Sabda Rasululullah benar. Allah mempertautkan hamba-hamba-Nya. dengan keduanya. Tidak sedikit di antara mereka yang jarang berjumpa secara langsung, jadi bersua di tempat pengecengan gerhana.Gerhana hanya alasan untuk menjalin tali silaturahim yang lebih erat.



Pada hari yang sama, umat Hindu merayakan tahun baru Saka. Di tengah segala riuh rendah yang terjadi, mereka melaksanakan ibadah Nyepi. Nyepi adalah bagian dari cerita gerhana hari itu karena Tuhan jelas ada di sana, mempertautkan hamba-hamba-Nya. Berita ini membuat saya tersenyum dan ikut mengucap syukur. 

Pagi itu saya terlambat umenonton gerhana. Tetapi saya dibangunkan oleh lantunan doa dari masjid terdekat. Syahdu sekali. Mereka membangunkan saya dengan cara yang paling santun, seperti embun yang langsung menyentuh kulit. Tidak memaksa, tapi memberikan kesejukan yang membuat mata kita terbuka.

Hari itu seperti Hari Valentine bersama Tuhan.

Kita semua tertaut begitu dekat menuju keutuhan cinta kasih-Nya

Sundea


 foto dari Aldriana Amir. Makasih, ya, Diaaannn :D

0 comments: