Mimpi Sarita Rahmi Listya yang Tertunda dan Terlunta


IMG-20150611-WA0023
Sebagian besar dari kita mengenal Sarita Rahmi Listya sebagai sebagai personel dari duo musisi folk Teman Sebangku. Ada pula yang mengenalnya sebagai kakak pengajar di Rumah Belajar Semi Palar (SMIPA).

Beberapa waktu yang lalu, Sarita memutuskan untuk menyudahi masa mengajarnya di SMIPA, untuk melanjutkan mimpi dan cita-citanya yang tertunda dan terlunta. 

Apa sebetulnya mimpi dan cita-cita Sarita? Apa kegiatannya saat ini? Dan mengapa ia merasa “cukup” dulu dengan impiannya saat ini dan tak ingin menambah mimpi dan cita-cita baru?

Simak obrolan salamtahari dengan Sarita …




Sarita, Sarita, cerita dikit dong tentang diri kamu …
Halo, nama ku Sarita Rahmi Listya, aku seorang capricorn berdarah A (sebuah kombinasi yang agak unik memang hihi). Aku udah hidup di Bandung dari 26 tahun yang lalu dan seumur hidup nggak pernah hijrah kemanapun. Walaupun begitu aku sebenarnya memilki darah yang beragam. Ada Bangka, Belitung, Padang dan Cianjur.

Wah, mix banget kayak food court mall hihi. Kemaren-kemaren ini katanya kamu sempet ngajar di SMIPA ya?
Iya kemarin sempat banyak “belajar” di Rumah Belajar Semipalar. Aku bilangnya belajar karena selama dua tahun lebih berproses di SMIPA. Aku nggak berasa kerja tapi berasa belajar karena dapet banyak ilmu dan pengalaman baru baik dari Kakak SMIPA lain dan juga semua teman-teman kecil yang pernah ku temani :)

Seru kedengerannya. Terus kenapa resign?
Pertimbangan berhenti tuh sebenarnya banyak banget. Mulai dari keluarga, tuntutan ke diri sendiri untuk fokus menuntaskan tanggung jawab akan impian lain yang belum tuntas bahkan perasaan meragukan diri sendiri yang sangat besar karena di SMIPA tuh sangat banyak kakak-kakak yang memiliki pribadi kuat dan menonjol sehingga ada waktu-waktu dimana aku merasa sangatlah kecil diantara mereka. Aku merasa kurang bisa memenuhi standar yang dibutuhkan SMIPA akan sosok seorang guru. Nah tiga hal itu terus bergejolak dalam hati dan pikiranku. akhirnya aku putuskan untuk sudah dulu agar bisa penuhi tanggung jawab menuntaskan salah satu impian yang terlunta dan tertunda hehe. Lalu agar bisa cari pekerjaan baru yang tidak hanya cocok untuk aku namun cocok juga di pandangan dan hati orangtua. Terakhir agar bisa cari tempat baru dan teman baru untuk belajar dan berbagi.

Sekarang berarti kegiatan kamu belajar dan berbagi di mana aja?
Kegiatan yang utama adalah fokus memenuhi tanggung jawab ke diriku sendiri yaitu memwujudkan mimpi yang sempat tertlunta dan tertunda. Namun ada kegiatan-kegiatan lain seperti bantu-bantu teman-teman di Rumah Bintang (ruang belajar selain sekolah untuk anak-anak yang tinggal di daerah Wastukencana), Semata Galeri for Kids (Galeri khusus untuk anak-anak, program-programnnya unik-unik makanya senang bantu-bantu disana), Bengkimut Dongeng (kelompok dongeng yang seru dan juga biasanya rutin dongeng di sekolah Gagas Ceria) dan rutin mendongeng bersama para Miss Flaminggo tiap hari Rabu di Kampung Kolase dan Minggu di Taman Superheroes Bandung dan mungkin taman-taman lainnya untuk ke depannya.

Dan tentunya browsing internet buka-buka situs lowongan kerjaan dan kirim CV ke sana-ke sini hehe.

Udah ngerasa dapet sesuatu pasca resign ini?
Yang aku dapatkan adalah:
- Wajah cemberut Ibu di pagi hari haha, karena aku pengangguran jadi sering bangun agak siang akhirnya bikin Ibu kesal deh. Ibu yang semakin khawatir karena aku nggak punya kerjaan tapi keliatannya malah sibuk amat hahaha.
- Lebih bahagia karena ketemu semakin banyak teman-teman kecil baru jadi dapat banyak energi, pengalaman, dan ilmu baru.
- Ketemu orang-orang baru dari berbagai komunitas yang juga concern dengan dunia anak dan pendidikan
- waktu untuk lebih fokus mengerjakan apa-apa yang belum tuntas, tertunda dan terlunta
- dan yang paling penting waktu untuk menikmati kopi di pagi hari dan juga waktu lebih banyak bersama keluarga

Aaaah … sweet. Sebenernya apa sih mimpi kamu yang tertunda dan terlunta itu?
Teman Sebangku itu adalah tadi yang diceritakan dari awal, mimpi yang sudah lama diimpikan namun lama tertunda dan terlunta hihi. Dalam hidup aku ada beberapa wadah bagi aku untuk mengekspresikan diri salah satunya ya Teman Sebangku ini, lewat musik aku senang mengekpresikan apa yang aku rasakan dan alami karena aku kurang pandai kalo diminta bercerita tentang pengalaman atau perasaan secara langsung makanya diceritainnya lewat lagu deh.

hutdalkep

“Hutan Dalam Kepala” ini album baru kalian, ya? Boleh diceritain dikit nggak?
Cerita tentang Hutan Dalam Kepala ya? Hmm nanti saja ya ceritanya boleh? Tunggu sampai tanggal mainannya. Yang pasti album ini sangat personal dan menginterpertasikan tentang apa yang kami alami dan rasakan. Pokonya mohon doanya agar lancar hingga jadwal yang direncankan yaitu akhir tahun 2015 ini.

Ada mimpi dan cita-cita lain yang mau dikejar?
Sekarang lagi nggak mau nambah cita-cita apa-apa, lagi berusaha dulu mewujudkan cita-cita yang sudah ada di depan mata.

Kalau Tiny Talk Gig yang tanggal 19 September itu bukan launching “Hutan Dalam Kepala” ya berarti? Acara apakah ini sebenernya?
Jadi Tiny Talk Gig tuh diprakarsai oleh para Miss Flaminggo dari Laugh On The Floor. Mereka baru membangun sebuah kantor kecil dan ingin meramaikan kantornya dengan acara-acara yang seru salah satunya Tiny Talk Gig ini. Nanti di acara itu Teman Sebangku diajak untuk berbagi cerita tentang makna lagu, inspirasi saat membuat lagu tersebut dan bahkan bagaimana cara memainkan lagu-lagu kami hehe. Ide acaranya seru dan baru banget kalo untuk di Bandung.

Buat yang penasaran kepengen dateng, ini infonya:

tiny talk poster

Terakhir. Kalau menurut kamu, lagunya Teman Sebangku yang Salamatahari banget tuh apa?
Lagu "Menari". Nggak tau kenapa tiap dengar lagu itu selalu ingat Kak Dea dan Salamatahari yang senang membawa kceriaan lewat hal-hal sederhana yang menurut orang-orang biasa-biasa saja. Lagu “Menari” juga kurang lebih bercerita tentang itu.

Baiklah, Sar … makasih, ya, salam buat Dolly (partner Sarita di Teman Sebangku) dan semoga suksyais …

Kini Sarita tengah mengasuh mimpinya yang tertunda dan terlunta. Tahu pentingnya berkata cukup, membuatnya sadar untuk tidak menambah cita-cita lain. Paling tidak sampai apa yang di depan mata tuntas digarapnya.

Sarita, semoga apa yang kau kerjakan saat ini membuahkan hasil, ya. Salamatahari akan selalu mendoakan ^^

Buat yang kepingin tahu kegiatan Sarita sehari-hari, silakan main ke akun instagramnya: @saritarahmi.

Dan untuk yang mau tahu seperti apa lagu “Menari” … ini dia videoklipnya … 



clip_image001
Sundea

Komentar