Jalan Kaki


Beberapa waktu yang lalu, Om Em, sahabat saya tiba-tiba mengirim pesan di whats app. Kira-kira begini isinya:

De, kayaknya taun lalu gue lebih stress karena udah nggak pernah jalan kaki. Kita random awesome lagi, yuk …

“Random Awesome” -- diambil dari judul lagu kesukaan kami – adalah istilah yang biasa kami pakai untuk berjalan kaki tak tentu arah. Beberapa tahun lalu, kegiatan favorit ini cukup sering kami lakukan. Kami mengobrol apa saja selama berjalan kaki, menyanyikan lagu apa pun yang kami ingat, berhenti di tempat-tempat yang menarik perhatian kami, kemudian merasa sangat penuh entah oleh apa.

Om Em lalu menceritakan pengalaman jalan kaki terbarunya di Jakarta. Ia juga menyadari, bahwa jalan kaki membuatnya lebih awas. Tulisan Om Em mengenai jalan kaki dapat kalian baca di sini.
Tubuh saya sendiri lantas memanggil segala pengalaman yang diingatnya selama berjalan kaki. Ada irama yang dibina oleh langkah kaki. Ada jantung yang berdetak menjaga tempo. Panca indera saya menangkap banyak hal yang segera menjelma lirik. Tubuh saya mengolah segala yang dialaminya menjadi nyanyian yang raya dan hidup. Saya lalu mengerti apa yang membuat saya merasa penuh.

Tiba-tiba saya merasa rindu sekali pada nyanyian-nyanyian itu. Pada tawa dan percakapan orang-orang asing di pinggir jalan. Pada mata-mata yang menceritakan apa yang dicintainya. Pada kisah keseharian yang sesungguhnya tak pernah terlalu biasa. Pada ketersesatan, kejutan, ketidakteraturan, dan ketidakpastian yang menyenangkan. Pada angin dan debu yang menerpa saya seperti serbuk ajaib. Pada petualangan-petualangan jinak yang saya pijak.

Seorang profesor bernama Raymond I Myers pernah menulis:

If you seek creative ideas go walking. Angels whisper to a man when he goes for a walk.

Saya setuju.

Akhir-akhir ini hidup memberi banyak sekali, sekaligus meminta sama banyaknya dari saya. Bukan karena pamrih. Tapi karena ia punya sistem keseimbangan yang sesadar-sadarnya perlu saya hormati, namanya konsekuensi.

Saya tahu, sayalah yang perlu belajar berdiplomasi searif-arifnya. Dengan hidup. Serta semua pemberiannya ^^

With your checkered shirt on
And my Reebok shoes on
Let’s watch something random
Turned into something awesome …*

Teman-teman, semoga zine-zine-an edisi ini menjadi doa pembuka yang baik, sehingga tahun ini saya bisa lebih sering mendengarkan bisikan malaikat.

Dan semoga zine-zine-an ini tak pernah berhenti menceritakan surga-surga kecil yang sebetulnya tak pernah jauh dari kita.

Semoga.

Selamat tahun baru 2015

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea

 
Buat sahabat Random Awesome Dea, Om Em.

*cuplikan lirik “Random Awesome”

1 comments:

mumun mengatakan...

Ada benarnya. Suka dapet ide kalo jalan kaki. Sama kalo lagi gosok kamar mandi sih :)