Samakah Tarot dengan Meramal? Kita Tanya Astrid Dewi Zulkarnain …

fotoastrid Sehari-harinya, Astrid Dewi Zulkarnain bekerja sebagai tim kreatif di sebuah digital media agency. Di sela-sela itu, ia masih menulis cerpen, artikel lepas, dan … menarot. Wow. 

“Mungkin ada yang bertanya-tanya. Aku ini jilbab-an tapi malah main tarot, yang kalau di film-film diidentikkan dengan setan dan dukun,” ungkap Astrid. Ia punya alasan sendiri. Apa alasannya? Ikuti wawancara dengannya ini hingga selesai … ;)









Astrid, Astrid, kamu dari kapan sih tertarik sama tarot?
Mhmmm... Sebenarnya semenjak SMP sudah suka dengan ramal-meramal. Tapi karena dulu melihat harga satu set kartu tarot itu mahal banget dan tidak berani minta uang ke orangtua, aku dulu memakai media kartu remi. Sempat terkenal di SMP sampai awal SMA sebagai tukang ramal, tapi seiring dengan waktu, keterampilan itu sedikit dikurangi. Mungkin karena merasa bosan dengan pertanyaan yang itu-itu aja. Beli tarot itu belum lama, kurang dari setahun ini.

Boleh cerita dikit, nggak gimana caranya narot?
Narot itu terdiri dari beberapa cara baca. Satu set tarot itu terdiri dari kartu mayor dan kartu minor. Semua arti dari gambar-gambar di tarot itu dijelaskan lengkap di buku pedomannya. Jadi misalnya pengen coba-coba baca, silahkan saja beli (biasanya dijual di toko buku seperti kinokuniya/periplus). Tapi kalau mau minta diajarin cara membacanya, aku jelas bukan ahlinya. Aku baru "mahir" satu cara baca, yaitu membaca dari 3 kartu mayor yang melambangkan masa lalu, masa kini dan kemungkinan penggambaran masa depan. Untuk membaca kartu minor, aku belum terlalu ahli.

Menurut kamu, apa itu masa lalu dan apa itu masa depan?
Menurutku masa lalu adalah bagian dari kehidupan yang sudah berlalu. Sebuah masa pembelajaran, dimana sudah terjadi dan tidak mungkin dikembalikan lagi. Sementara masa depan adalah impian dan cita-cita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi esok hari, bahkan kita tidak akan pernah tahu semenit akan datang itu ada apa.  Tapi kita bisa merangkai sebuah struktur hidup seseorang dari melihat masa lalunya. Disanalah ramalan itu muncul. Karena prinsipnya impian dan cita-cita bisa dicapai dengan belajar dari apa yang telah terjadi di masa lalu.

Kamu pernah diramal?
Diramal orang pernah.

Apa ramalan tentang diri kamu yang paling kamu inget?
Jujur aku pelupa banget, jadi tidak pernah diinget-inget hasil ramalan itu (mungkin karena ramalannya banyak yang tidak tepat jadi jarang yang diinget … hihihiii).

Kalo kamu sendiri pernah, nggak ngeramal orang dan terbukti?
Terbukti 100% belum ada, rata-rata yang terjadi, mereka yang bertanya kepadaku itu kagum dengan pembacaan masa lalu mereka padahal aku tidak kenal mereka. Karena dari awal aku membaca tarot bukan untuk meramalkan apa yang terjadi, tapi apa yang sebaiknya dilakukan sang penanya.

Hmmm. Jadi lebih kayak advice, ya?
Iya, yang sekarang kulakukan lebih ke penasehat kehidupan.

Btw, kalo menurut kamu pribadi, tarot itu apa, Trid?
Tarot itu membaca aura. Jadi melihat dari kartu-kartu masa lalu dan masa kini, aku mencoba merangkumnya agar orang yang bertanya kepadaku lebih yakin melangkah dan mengambil keputusan. Ada temen yang "mengajarkan" bahwa tarot itu membaca aura, bukan membaca nasib. Karena apapun yang terjadi ke depannya semua adalah kuasa Allah SWT.

Jadi tarot beda sama ngeramal?
Harus diperjelas bahwa aku itu membaca aura dengan menggunakan bantuan media tarot. Ramalan itu belum terjadi, seperti layaknya pagi-pagi melihat langit dan mengira-ngira apakah nanti siang akan hujan atau tidak. Aku bukanlah peramal yang meramalkan besok artis A cerai, atau seseorang meninggal pada hari apa, tanggal berapa, beda banget … hahahahaha... Tarot itu seperti layaknya ilmu membaca aura, yang adalah science banget. Gak jauh beda dengan mempelajari ilmu astronomi, cuma ini belajar ilmu kejiwaan. Kenapa ramalanku banyak yang "bener banget" itu karena udah pernah kejadian, aku sampai sekarang belum bisa memprediksi kejadian yang terjadi esok hari … hihihi …

Kamu pernah nyoba narot diri kamu sendiri, nggak?
Pernah sih coba-coba menarot diri sendiri pas waktu awal pertama kali punya tarot. Tapi yang terjadi bacaannya tidak nyambung. Hahahaha... aku pernah tanya ke teman yang lebih ahli, apakah dia pernah menarot dirinya sendiri. Temanku itu bercerita, dia sendiri tidak pernah berani menarot dirinya sendiri, karena ia takut apa yang diramalkan bisa mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Tapi setelah kupikir, benar juga. Seperti layaknya seorang dokter bedah, dia tidak bisa membedah dirinya sendiri jika sakit. :P

Meskipun tanpa tarot … menurut prediksi kamu, Salamatahari masa depannya gimana?
Salamatahari pasti makin sukses!!!!! Apalagi dengan Dea yang baik hati dan tak sombong (hihihiiii)

Aiiih … jadi GR nih … hihihi … amin dan makasih, ya. Terakhir. Kalau ada yang mau minta ditarot, bisa ngehubungin kamu ke mana, Trid?
Bisa hubungi via twitter, mention saja @tantehijau atau message ke fb dgn id Astrid Dewi Zulkarnain. Tapi jangan minta folbek atau di add di facebook yah ;)

Owkay … makasih, ya, Trid …

Nah, Teman-teman, ternyata tarot bukan ramal-ramalan. Untuk kamu yang sempat ragu belajar menarot, pemaparan Astrid dapat menjadi bahan pertimbangan. Bagaimana … ?

Kalau ingin tanya-tanya atau tahu lebih banyak, silakan menghubungi Astrid via facebook atau twitter atau mampirlah ke blognya di http://zadika.wordpress.com/

Sundea

2 comments:

As_3d mengatakan...

Hihihi...
Udah ke publish.

As_3d

Sundea mengatakan...

Hehehe ... belum dikabarin dia udah duluan.

Makasih wawancaraannya ya, Trid ... =)