Kisah Anak Beruang yang Lainnya

Ada Gadis Kecil yang dimakan beruang! Wajahnya menyembul dari sela mulut beruang. Seluruh tubunya pun diliputi bulu beruang

“Bukan, aku bukan gadis kecil yang dimakan beruang. Aku adalah Anak Beruang,” kata Gadis Kecil itu.

Kamu bukan Anak Beruang. Aku kenal Anak Beruang. Hampir setiap minggu aku bercerita tentang dia di zine-zine-an ini. 

“Memangnya Anak Beruang cuma satu? Seperti Anak Monyet, Anak Tikus, Anak Kucing, di dunia ini juga ada banyak sekali Anak Beruang. Siapa suruh kamu tak memberi Anak Beruangmu nama? Susah kan jadinya …”

Minggu ini Si Dea berkenalan dengan Anak Beruang baru yang tidak biasa. Ketika Dea tanya namanya, ternyata ia pun tidak tahu.

“Aku dipanggil Anak Beruang saja oleh Ayah dan Ibuku.”

Kamu, sih, tidak bernama. Susah kan jadinya …



“Ih, kamu membalas aku,” Anak Beruang itu menoyor bahu Dea sambil tertawa kecil.

Kalau begitu, di Salamatahari edisi kali ini, jangan ajak-ajak Anak Beruang yang aku kenal supaya kita tidak bingung. Oke?

Di hari yang aneh itu, semua hal serba sureal …

flyingzebra

“Hei! Memangnya cerita Anak Beruangmu yang biasanya tidak sureal?” protes Anak Beruang.

Tapi menurutku hujan warna-warni dan kuda zebra terbang ini terlalu sureal. Tidak pernah ada yang begini di cerita-cerita Anak Beruang yang kukenal.

“Itu karena kamu mengenal Anak Beruangmu dan dunianya lebih dahulu. Curang. Padahal sama saja anehnya,” kata Anak Beruang.

Setelah lelah bermain, kami berdua melompat-lompat menuju rumah Anak Beruang. Di sana, Anak Beruang memperkenalkan Dea kepada kedua orangtuanya. Ayahnya seekor beruang dan ibunya ternyata manusia. 

meanddaemon

“Ini ayah dan ibuku. Ayah, Ibu, ini Dea. Dia punya teman Anak Beruang seperti aku.”

Sebetulnya Anak Beruangku tidak mirip dia, Oom, Tante …

“Hahaha … ya, bisa jadi. Oh, iya, semoga senang bermain dengan anak kami, Anak Beruang, ya,” kata Oom Beruang.

Dia kan separuh beruang dan separuh manusia. Kenapa Oom dan Tante memanggilnya “Anak Beruang” dan bukan “Anak Manusia” ?

“Hahahaha … itu adalah doa supaya kelak ia mempunyai uang banyak. Hahaha … begitu. Hahaha …”

FIN.

Begitu ceritanya. Semoga menghibur dan memberimu kejutan menggembirakan seperti confetti dan terompet tahun baru.

Artwork Diela Maharanie. Diela adalah salah satu ilustrator favorit Dea. Gambarnya selalu berwarna-warni dan menggembirakan. Penuh dengan ornamen dan detail yang mengejutkan. Diela adalah seorang ibu dan istri yang bersuamikan ilustrator juga.

Sebetulnya gambar Anak Beruang yang Dea beri itulistrasi juga ada di blog Diela, tapi karena gambar itu ternyata milik sebuah buku anak-anak, jadi nggak bisa diaplot di sini. Maaf, ya =)

Semoga Diela nggak marah gambarnya jadi beritulistrasi kayak begini *grin*

1 comments:

BeluBelloBelle mengatakan...

Hhahahaha :)

Seru