Blackmanray – In Everything You Say*

 -Kedai Bahagia, Selasa, 12 Juli 2011-
Blackmanray
“Are we believing black man ray
Are we not happy
In our own way …”*

… dan di tepi jalan gelap dan sepi Cibogo, sebuah kedai kecil berbahagia dengan caranya sendiri. Pada dinding kedai yang sebagiannya adalah cermin, tertempel foto-foto hitam-putih Dani Subagja. Sebuah pameran foto, “Places”, digelar di sana mulai 28 Juni 2011 – 31 Juli 2011. “Ini foto jalan-jalan Dani Subagja. Dia orang Indonesia yang tinggal di Hongkong. Untuk pameran ini, Dani kita suruh pilih foto yang paling berkesan buat dia sendiri, edit sendiri, kasih judul sendiri, terus kirim ke sini,” papar Eric Setiawan, salah satu motor Blackmanray.




… dan Blackmanray adalah sebuah passion fotografi amorfus yang sedang menggeliat mencari wujud. Berawal dari keisengan Eric mengumpulkan foto yang ia sukai dari teman-temannya, berlanjut dengan pameran Yamasaki Ko-Ji yang hasil penjualannya kemudian didonasikan untuk korban gempa di Jepang, hingga saat ini Blackmanray setiap bulan secara reguler menggelar pameran kecil-kecilan di Kedai Bahagia milik Budi Sukmana, motor Blackmanray yang lainnya. Pameran Dani adalah pameran yang ke tiga. “Kita punya rencana nambah-nambah program, misalnya workshop, tapi basic-nya tetep nggak formal dan personal,” kata Eric lagi.


Setelah mengalir semenjak awal tahun 2011 ini, karakter Blackmanray mulai terlihat. Foto-foto yang dipilih adalah foto-foto yang cenderung bersifat personal dan bercerita tentang keseharian; tanpa beban dan “pesan sponsor”. Fotografer yang berbagi cerita pun berangkat dari beragam latar belakang. Mulai dari resepsionis, ibu rumah tangga, penyablon, hingga yang misterius sama sekali. Ketanpabebanan ini kemudian menghasilkan foto-foto yang menyentuh kita langsung ke hati. Coba, deh, mampir sendiri ke http://blackmanray.com/ untuk membuktikan.


Melalui foto-foto personal dan hangat yang dikumpulkan Blackmanray, kita seperti langsung berdiri di depan jendela pemotretnya. Kita dapat mengenali mereka dari posisi yang nyaris tanpa jarak. Membaca keseharian mereka sebagai seorang teman. Foto-foto yang dipamerkan pun saling membaca dan dibaca karena dipasang berhadap-hadapan pada bidang yang bercermin dan yang tak.


Jika kamu mempunyai foto-foto essay atau sekedar ingin berbagi cerita dengan teman-teman Blackmanray, mampir saja ke Kedai Bahagia di Micasa Living, Jln. Cibogo Kios No.7, Bandung, Indonesia. Sambil minum kopi dan makan-makanan hangat, kamu akan terbungkus dalam obrolan hangat yang menghangatkan hatimu juga.

“… and we the people
who answers you why forever doubt …”*

Sundea


*dipinjam dari lirik lagu “Black Man Ray” – China Crisis

Nuhun pisan buat Ko Eric Setiawan dan Mas Henrycus Napit Sunargo buat ngobrol-ngobrolnya yang menyenangkan =D

4 comments:

Eric mengatakan...

Thanks untuk artikelnya :)

Sundea mengatakan...

Sama-sama, Ko, seneng kok nulisnya =D

Budi mengatakan...

thanks sudah meliput BlackManRay dan Kedai Bahagia. Really appreciate it :)

Sundea mengatakan...

My pleasure ... =)