Pemanasan “Free Hugs Campaign” Yulius Iskandar

Sekitar sebulan yang lalu, dalam sebuah obrolan tidak resmi dengan Dea, Yulius Iskandar, bercerita tentang lagu Free Hugs karya band yang dimanagerinya, Bottlesmoker. Konon lagu tersebut terinspirasi dari “Free Hugs Campaign” yang dipopulerkan Juan Mann. Yulius alias Iyuz pun mencetuskan rencana untuk melaksanakan kampanye penuh kasih itu suatu hari nanti. 

Baru-baru ini, dalam sebuah obrolan yang lebih resmi sedikit, kami kembali membahas topik ini. Di awal wawancara, manager Bottlesmoker dan Angsa dan Serigala ini langsung berkata …

  
Nah. Sebelum gua jawab … sebenernya gua nggak berani jawab. Gua belum merealisasikan soalnya, jadi gua merasa belum berkompeten.

Tapi seenggaknya udah berniat kan… ?
Berniat, tapi belum nemu jadwal yang pas aja. Lagian kan kita nggak bisa melakukannya di sembarang tempat. Kalau misalnya gua melakukannya di rung publik yg umum banget, kaya Gasibu misalnya… sangat besar kemungkinannya orang-orang akan memandang aneh. Butuh keberanian lebih juga di publik, ini kan bukan sekedar ngamen. Apalagi di budaya timur kita ini, banyak orang merasa risih bila bersentuhan fisik dengan lawan jenis..

Hahahaha … iya, ya, bisa-bisa yang ada elu ditabok …
Makanya …

Hmmm … jadi menurut lu tempat yang kira-kira cocok untuk Free Hugs Campaign ini di mana?
Mungkin … di bandara, ya. 3 tahun lalu gua pernah melakukan penerbangan sendiri sepulang dari KL ke Bandung. Waktu itu di sebelah gua banget ada orang yang udah kerja di KL (Kuala Lumpur) lebih dari empat tahun. Mukanya murung, gelisah, tapi matanya berbinar (berkaca-kaca). Ternyata selama empat tahun itu dia nggak pernah bisa pulang. Gua sempet menanyakan pertanyaan yang sebetulnya nggak perlu ditanya karena udah jelas jawabannya, “Kangen banget, ya, Mas sama Indonesia?” Terus dia ngejawab (ekspresi mau nangis), “Kangen bangetttt …” Terus pas turun di bandara, orang lain dijemput sama keluarganya, temennya, dia nggak ada yang jemput …

Terus lu peluk dia?
Nggak gua peluk, sih … kalau dia temen gua, pasti udah gua kasih pelukan. Cuma kan waktu itu penerbangannya ke Bandung, dia mau ke Jakarta. Gua sempet nawarin dia untuk nginep di rumah gua, dianya nggak mau, mau langsung aja. Udah nggak sabar. 

Selain di bandara di mana lagi?
Di Bandung mungkin di arena Car Free Day. Pada umumnya kan di situ kita melakukan kegiatan yang fun sama temen, sama keluarga. Tapi gua perhatiin … ada juga yang sendirian. 

Ada yang ujuk-ujuk lu peluk?
Ya nggak pernah …

Terus menurut lu pelukan itu apa, sih, Yuz?
Ok. Pelukan itu kalau buat gua merupakan sebuah pengungkapan banyak rasa. Tergantung situasi dan momentnya, artinya bisa beda-beda. Kalau gua sama anak-anak (tim Bottlesmoker dan teman-teman) pengen berbagi energi. Gua juga sering nemuin beberapa kondisi orang nggak bisa cerita padahal gua tahu dia lagi banyak masalah. Setelah dipeluk, baru dia bisa cerita dan kondisinya lebih baik. Waktu gua ketemu sama adik gua di KL setelah tiga bulan nggak ketemu, konteksnya bahagia. Rindu. Jadi, pelukan itu menjembatani berbagai rasa.

Baiklah. Terus apa pelukan paling absurt yang pernah lu terima? Konteksnya bebas …
Waktu KKN … 

senyap

Apa, Yuz? Lu dipeluk makhluk halus, ya?
Bukaaan … gua nggak pernah ngalamin yang gitu-gituan.

Atau lu dipeluk istrinya Kepala Desa ?
Ahahaaha.. Bukaaan … 

senyap lagi

Nah, sambil mengingat-ingat, ada orang yang sebebernya paling pengen gua peluk. Ada, ya, nenek-nenek yang udah belasan tahun jualan buah dari berjalan kaki dari Kiara Condong meyusuri Cicadas, Cidurian, Padasuka, Cicaheum, Jamaras sampai ke Sukamiskin. Udah nenek-nenek, kurus, tapi dia nggak pernah mau minta-minta. Tinggalnya di Kiaracondong katanya juga numpang. Dia bilang dia jualan untuk satu pincuk nasi juga udah cukup. Sampai sekarang gua belum ketemu lagi sama dia …

Kalau ketemu mau lu peluk?
Ya gua bakal ngebuka pembicaraan dulu, ngasih sesuatu yang pasti kepake dulu buat dia. 

Kalau pelukan yang paling berkesan akhir-akhir ini apa, Yuz?
Pas ketemu adik gua kemarin itu. Gua ketemu dia di KL, dia gawe di sana. Adik gua itu anak rumahan, jadi pas dia kerja di KL kerasa banget dia nggak ada. Biasanya kalau gua pulang dia pasti ada, ngebukain pintu. Dia adik gua satu-satunya, beda umurnya empat tahun sama gua, gua biasa bisa ngomong apa aja sama dia. 

So sweet …
Eh, De, gua nggak bisa lama-lama. Ditungguin lagi …

Ok. Pelukan absurd di KKN itu udah inget belum ceritanya?
(berpikir sejenak) Nah, gua inget sekarang. Si Mulyadi.

Dan siapakah Mulyadi itu?
Dia anak kecil di KKN yang sangat deket sama mahasiswa. Masih kelas 5 SD dan cerdas. Hampir tiap hari dia dateng ke tempat anak-anak KKN. Nah, pas perpisahan dia nangis, bener-bener nangis. Waktu itu kan gua kordes (koordinator desa), jadi gua yang secara simbolis nyerahin kenangan-kenangan bola dari anak-anak buat Mulyadi. Dia nggak mau nerima. Katanya, “Kalau aku terima, artinya aku ngebiarin kalian pergi.” Terus dia meluk gua paling lama. Eh … itu absurd apa berkesan, ya ?

Hahaha … iya, lho … itu absurd apa berkesan, hayo?

Ketika Iyuz bersiap-siap pulang, kami sempat mengobrol sedikit mengenai bencana yang terus menerus terjadi belakangan ini. “Free hugs campaign di Jakarta aja, Yuz, ke orang-orang yang kena banjir,” usul Dea. “Eh, iya, ya … Bottlesmoker kan mau ke Yogya,” ujar Iyuz sambil meretsleting jaketnya. “Nah, iya, tuh, kan deket sama Merapi. Sekalian aja free hugs campaign di sana… hehehe …,” tanggap Dea. “Free hugs campaign di tempat terjadi bencana,” gumam Iyuz. Mungkin ia mempertimbangkan kemungkinan tersebut. 

Ketika Dea mengecek email, ternyata Iyuz dan teman-teman Bottlesmoker menghadiahi Dea lagu Free Hugs dengan isi email ini:

“Lagu ini dibuat oleh Bottlesmoker sebagai bentuk 'bingkisan' terhadap movement yang dilakukan oleh Juan Mann, yaitu 'Free Hugs Campaign' 

Terinspirasi oleh gerakan yang dia lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Bottlesmoker pun tergerak untuk berbagi kepedulian, rasa empati, rasa kebersamaan dengan menulis lagu 'Free Hugs' ini untuk teman-teman, keluarga dan untuk semua yang mengalami fase down dan feel alone.
Lagu ini melanjutkan pesan yang disampaikan oleh Juan Mann, ‘In the spirit of the free hugs campaign, PASS THIS TO A FRIEND and HUG A STRANGER!’

FREE + MUSIC + SHARE = LOVE”

Dea tersenyum membacanya. Belum merealisasikan? Yakin? They made a very good start actually …
Teman-teman, silakan download lagu ini di sini  dan sebar-sebarkan ke seluruh dunia … ;) Jika ingin tahu lebih banyak mengenai free hugs campaign, klik http://www.freehugscampaign.org/

Sundea

Komentar