Virus 30 Hari Menulis untuk Selamanya Asuhan Kak Maradilla Syachridar

Dalam beberapa lingkar jejaring twitter, belakangan hastag 30harimenulis marak beredar. Pada suatu Senin siang yang menyenangkan, Sundea mengobrol dengan “orangtua” program menarik ini; Maradilla Syachridar sang ibu yang membesarkan dan merawat serta Theoresia Rumthe, “ayah” yang menaburkan benihnya. 

Cerita apa yang ada dalam #30harimenulis ini ?



Baiklah. Pertanyaan paling mendasar. Gimana awalnya ada 30 hari menulis ini?
Dilla: Awal-awalnya tuh Si Theo. Kan dia bikin misi kecil-kecilan, “30 hari menulis”. Pas diliat-liat, kayaknya seru juga. Pertamanya Theo sama Ginna (Ginna Finalis, penyiar Sky FM), terus baru aku. 

Theo: Iya, awalnya bertiga doang sambil saling memotivasi di kantor (Sky FM), ‘Ayo, Gin, kamu juga bisa …’, ‘Ayo, The, kamu juga bisa …’ , ‘Ayo Dilla, kamu juga bisa …’.

Sayangnya, Theo dan Ginna lalu berhenti di tengah jalan karena kesibukan masing-masing. Tetapi kini Theo memulai kembali perjalanannya. Silakan cek blognya di www.perempuansore.blogspot.com. Kali ini misinya adalah 30 hari menulis menjelang hari ulangtahunnya … ;)

Terus nyebarnya gimana?
Dilla: Setelah Ginna sama Theo, angkatan pertama-pertama tuh ada Dimas Ario (musisi dan penulis), Tara, Senny. Karena kita cuma berempat, jadi saling taulah perkembangannya. Terus Dimas ngajakin Erick Deathrockstar. Akhirnya yang ikut makin banyak. Ada Decil (penyiar Oz), Risa Sarasvati, Dina (Homogenic). Nah, terus pada suatu kali, dalam satu hari, Decil, Dina, sama Risa barengan promosiin #30harimenulis ‘Ayo, Teman-teman, ikutan 30 hari menulis, ketentuannya tanya sama Dilla …’. Terus orang mulai tanya-tanya sama aku. Terus aku posting ketentuannya di tumblr soalnya kan capek ngulang-ngulang. Yang ikut makin lama makin banyak. Dimas juga makin berhasil ngajak orang-orang di komunitas musik, misalnya Felix Daas. 

Wow … seru banget, ya … dari peserta-peserta yang ada, yang mana yang seru?
Ada satu kayak geng gitu. Kalau abis posting, mereka mention-nya orang yang itu-itu lagi: Samdputra, Aldy_Aldy, Byusyem … mereka sama, lagi, postingnya tuh fiksi. Nah dari antara mereka, Samdputra ini yang paling disenengin. Dia sampe sempet bilang, ‘Aku mau bikin buku sesudah ini’. Geng ini kalo abis posting twitnya juga lucu, ‘Telah Terbit …’

Decil juga bikin penasaran. Katanya 30 hari menulis ini sesuai sama teaser dia. Penasaran juga jadinya dia lagi nyiapin apa …

Terus sebenernya 30 hari menulis ini misinya apa?
Dilla: Apa, ya ? Sebenernya aku kaget juga ini bisa mewabah. Pas bikin nggak ada pikiran : Dengan ini gua harus … apa, gitu. Apa, ya, The ? (menoleh ke arah Theo)

Theo: Gua malah awalnya buat sendiri aja.

Dilla : Sebenernya… 30 hari menulis ini pengen mengembalikan semangat orang buat blogging aja. Gua sedih waktu Raditya Dika pernah ngetwit, minta maaf kalo dia jarang posting karena udah punya twitter. Padahal kan tetep aja beda. 

Rencananya 30 hari menulis ini mau dibawa ke mana, Dill, nanti?
Dilla: Ng … nggak, sih, nggak mau dibawa ke mana-mana. Ini cuma misi aja. Mungkin nanti ada yang nerusin lagi. Moga-moga aja misi ini nggak akan ditinggalin, terus-terusan aja ada yang mulai.

Theo: Nggak, kayaknya nggak akan ilang. Orang bisa aja ngelanjutin dengan cara yang macem-macem, kok …
Nha, The, ayo, sebagai bapak yang menaburkan benih, lu harus bertanggung jawab juga, nih, melanjutkan misi ini … hahahaha ….

Seperti prinsip imunisasi, virus 30 hari menulis datang untuk membunuh virus-virus yang berbahaya bagi kesehatan; virus menulis pendek di twitter yang mengalahkan stamina menulis panjang, virus kemalasan, virus tidak teguh memegang komitmen … dan dalam lingkar pertemanan yang memeluk kita hangat-hangat, virus ini jadi bekerja secara menyenangkan.

Pada suatu hari Dilla menge-twit, “Now everyone can be a writer #30harimenulis”. Seperti virus pun twit ini segera menyebar di-RT tweeps; menularkan sebuah semangat yang akan menyehatkanmu. Nah, Teman-teman, ingin ikut menjangkit dan terjangkit virus ini? Silakan klik maradillasyachridar.tumblr.com

Mari bergabung bersama 30 hari menulis. Akan ada hadiah buku Salamatahari bagi beberapa teman yang berdedikasi … ;)

Sundea

3 comments:

Vania mengatakan...

asyik dea..kalau aku lulus 30 hari menulis, mau hadiah buku salamatahari yah..hehee...mau baca :) *wink *wink :))

Sundea mengatakan...

Ehm ... kita liat, Van ... *wink* *wink* juga ;)

Dita Khusnul Khotimah mengatakan...

kaka, aku sama temen-temen aku juga lagi semangat buat #3oharimenulis nih. mudah2an misi aku sama temen-temen aku berhasil ya :)