Hang On There In Need the Pooh … !

-Ahmad Yani, Kamis, 1 Juli 2010-
Dalam perjalanan menuju sekolah Mutiara Hati di daerah Antapani, Bandung, boneka Winnie the Pooh yang digantung di atas pangkalan becak Ahmad Yani menarik perhatian saya. Secara impulsif saya menyetop angkot dan turun. Setelah mengamati Pooh yang mengayun-ayun liris ditiup angin, saya bertanya kepada salah satu tukang becak di sana : 







“Ini kenapa digantung di sini, Pak ?”
“Yah … iseng aja, Neng, buat hiasan …”

Sudah sejak dua minggu sebelum hari itu Si Pooh menggantung di situ. Konon dia ditemukan terlantar di solokan setempat, menyumbat alir air. Entah siapa yang berinisiatif, Pooh gendut tanpa bola mata itu diselamatkan dari hantaman air solokan, cuaca, dan sampah. Ia dipelihara di atas pohon; dibersihkan oleh air hujan yang mengalir melalui rimbun daun dan dikeringkan oleh angin dan debu.

“Boneka ini ngebawa keberuntungan, nggak, Pak ?” saya bertanya iseng. Tukang becak yang duduk paling dekat dengan pohon melirik sejenak pada Si Pooh lalu menjawab agak tidak sinkron, “Katanya pohon ini mistis. Suka goyang-goyang sendiri …”











Si Pooh berputar-putar ke segala arah, memantau jalan Ahmad Yani dan solokan yang pernah jadi asalnya. Rafia abu-abu di leher Pooh mencekik sekaligus menjaganya. Matanya buta, tapi saya percaya ia melihat dengan mata hatinya.
Pada akhirnya Pooh berhenti berputar-putar, lurus mengarah kepada plang di belakangnya :

“PANTI SOSIAL ASUHAN INSAN HARAPAN”
Apa yang kau harapkan setelah diselamatkan dan digantung di sana, Pooh ? Apa kamu tahu muatan dalam kata sesederhana “harapan” ?

Angin yang sejak tadi mempermainkan Pooh meliuk ringan, berpindah ke rambut saya lalu menggurat pipi saya tanpa tanda …

Sundea

3 comments:

Rie mengatakan...

Kalo ada Toy Story 4, si Pooh ini kayaknya hrs diikutertakan dlm cerita deh.

Sundea mengatakan...

Toy Story yg bintang tamunya dari negara berkembang dunia ke-3 =p

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.