Catering yang Berangkot Menuju Pelangi

“Narik ?” tanya seorang ibu di terminal.
“Udah penuh, empat miliar snack !” sahut Pak Supir angkot.

Lalu angkot Ciroyom-Lembang berderak perlahan. Isinya empat penumpang manusia dan bekresek-kresek makanan dalam styro foam. 

thecaterings

“Mau dibawa ke mana, Pak ? tanya saya pada Bapak-bapak di sebelah saya. “Dianter buat anak-anak study tour di Hotel Pelangi, Lembang,” sahut Bapak yang tak mau menyebutkan namanya itu. “Catering ?” tanya saya lagi. Si Bapak mengangguk.

Rupanya istri Pak Anonim adalah pengusaha catering Jatayu di Sukabumi. “Tapi kalo lagi ada orderan aja. Masaknya juga di rumah, sama istrinya tetangga, bagi-bagi rejeki,” cerita Pak Anonim. Karena masih kecil-kecilan, catering Jatayu belum mempunyai mobil sendiri. Sebanyak apapun, pesanan akan diantar dengan angkot. 

“Catering saya murah,” promosi Pak Anonim, “Satu kotaknya tujuh ribu. Udah sama telor dan sayuran segala.” “Wah … asik, dong. Terus kalau misalnya saya mau mesen, kira-kira mesennya ke mana ?” tanya saya. Pak Anonim terdiam dan malah bingung. Lho … ?

Angkot Ciroyom-Lembang bergulir mendekati daerah Setiabudhi atas. “Pak, saya foto, ya …,” saya meminta izin. Dengan segera Pak Anonim memalingkan wajah, “Aduh, jangan, Neng … “ Namun terlambat *cekrek* saya keburu memotretnya.

pakanonim

Berkresek-kresek makanan dan Pak Anonim meneruskan perjalanannya. Jauh. Menuju kaki Pelangi.

Sundea

0 comments: