Jakarta

Stereotipe Jakarta membebat kepala ; panas, macet, materialistis, tidak ramah, tidak santai, berpolusi, keras, …. 

Meski semua stereotipe itu ada benarnya, sesungguhnya Jakarta pun memiliki pesona dalam hal-hal sederhana yang mendiaminya ; pada kekocakan supir mikrolet, pada bel sepeda penjaja kopi keliling di Taman Menteng, pada kesadaran arif Mahel untuk membersihkan kaca jendela, pada excitement pengunjung atas kebermainan stand Kontemplacity di Pasar Festival …

Di dalam mall yang berdesakan memadati Jakarta, orang-orang bergandengan penuh kasih sayang.
Bus trans Jakarta pun selalu ramah mengingatkan para penumpang untuk berhati-hati.
Ragam manusia yang saya lihat di sana-sini membuat saya merasa minum jus aneka buah.
Dan pada kelelahan yang membungkus Jakarta, ada kemewahan dalam kata “istirahat”.

Selamat menemukan pesona Jakarta versi dirimu sendiri.

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea 

jakarta
Jendela Bus Trans Jakarta

11 comments:

Karen mengatakan...

Kita suka Inti Matahari-nya! Analoginya pas banget :)

Sundea mengatakan...

Wah ... makasih,ya, Kay ... =)

selalu lupa mengatakan...

deaaa...aku suka yang "Jakarta" ini..ihh kota ini betul2 kota yang aku hindari...>_<

RoemahKata mengatakan...

Dea, selalu ada cinta di Jakarta..buktinya masih banyak orang yang tertawa disini...huhuhu tapi kalau boleh memilih...pengennya setiap hari di Bandung dan Malang :)

Aditya Naratama mengatakan...

Jakarta.. jika Tuhan itu seorang koki, maka ia mengambil bahan baku dari sembarang tempat, mencampur hal-hal yang tak tercampur, mengaduknya dengan keras, memanaskannya sampai pol.. masakanNya bernama Jakarta, di kuali besi itu Dia menciptakan resep orang Indonesia..

Aditya Naratama mengatakan...

Tapi Jakarta memang panasnya aneh.. karena tepat di bawahnya adalah neraka! Hrehehehehe!

Anonim mengatakan...

main2 ke kota tua malem2 dong de... pasti seru..... dan mungkin akan menemukan sosok lainnya lagi dari jakarta

Sundea mengatakan...

@ selalu lupa : Sama. Dulu aku juga nggak suka bgt sama Jakarta. Tapi stlh jln2 random dan cari sudut pandang lain, ternyata banyak yg seru juga ... hehehe ...

@RoemahKata : Hahaha ... Bandung& Malang lebih adem, ya ?

@Ndit : Krn bawahnya neraka, semacem api kompor gitu, makanya Tuhan bisa masak di kuali besi itu.

@Anonim : Hmmm ... seru juga. Kapan, ya ?

widi mengatakan...

iyaaaa....wlwpun katanya orang2nya ga seramah orng2 bdg,,tp ttp ada hal2 yg menyenangkan d jkt...

Ivy.Puppy mengatakan...

uik...uik...
kapan2 kl kamu berjalan2 k sana, ajaklah saya! krn sampai skrg jkrt masih sgt saya jauhi utk t4 tinggal!

tp senang kata2 kemewahan istirahat!
kena bgt De! ^^

Sundea mengatakan...

@ Widi : Org Jkt yg ramah2 ternyata banyak juga, kok ... hehehe ... variatif.

@ Lia : Yuk ! Entar kita jalan2 ngaco ke mana2, Li. Karena Jkt panas dan berdebu,pulang2 ke rumah rasanya enaaaak ... bgt selonjoran dan minum minuman dingin. Itu salah satu "kemewahan istirahat" yg gua maksud.