Doa

“Dy, kata lu kan Tuhan telah mati. Terus, lu masih berdoa, nggak ?” tanya Dea kepada Addy Gembel, pentolan band cadas Forgotten.
“Berharap.”
“Berharap gimana ?”
“Kalo hari ini nggak makan, berharap besok bisa makan.”

Doa hadir dalam setiap harapan yang dipasrahkan, kebahagiaan yang disyukuri, kesedihan tak terkatakan, gugatan terhadap hidup, bahkan hal-hal yang luput kita uraikan. Ia adalah ritual yang hadir diam-diam seperti rotasi bumi; menjagamu dalam penyamaran seperti mimikri hewan dan tumbuhan.

Minggu ini Salamatahari.blogspot mencatat doa-doa yang bertebar di sekitar. Ada doa Ririn Dumin yang bercita-cita menjadi artis, ada doa dalam nyanyian Kappaletta, ada doa pada kumandang adzan di hari Natal, dan ada doa-doa yang menyertai kita sepanjang jalan.

Doa merdeka menentukan bentuknya;
karena Tuhan bisa menjelma apa saja.

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,
Sundea

pohonditamansrengseng
Pohon di Taman Srengseng

2 comments:

widi mengatakan...

"kesedihan tak terkatakan"

ihh,,wktu baca pertama kali langsung tertarik dehhhhh.......

Sundea mengatakan...

Widi lagi sedih, ya ? Status facebooknya juga galau terus ...