Ayi Yudhana dan Balon-balon Daun Sepatu

ayiyudhana Namanya Ayi Yudhana. Usianya 18 tahun. Sejak tahun 2007, ia berprofesi sebagai penjual balon-balon sabun.

“Ini bukan balon sabun, Teh,” protes Ayi.
“Terus balon apaan, dong ?” tanya saya.
“Ini dibikin dari daun sepatu yang digecek abis itu dikasih pewarna merah.”





Alam menghadiahkan sarinya dan Ayi meneruskan hadiah itu kepada lalu lintas Jalan Banda, Bandung. Balon daun sepatu seperti sepatu-sepatu tanpa kaki yang melangkah memintas udara, melangkahi kendaraan yang melalu dan melintas. 

resized

“Ada hubungannya nggak balon-balon ini sama hadiah ?”
“(berpikir) … Kalau ada yang minta, suka saya kasih aja. Soalnya kasian kalau kepingin …”
“Kenapa kamu milih jualan balon daun sepatu ?”
“Karena saya ikut senang melihat orang-orang suka. Saya juga senang karena merasa kayak masih anak kecil saja.”
“Untuk Natal ini, ada yang istimewa, nggak, sama balon daun sepatu kamu ?”
“Pasti ada, tapi rahasia …,” Ayi tersenyum simpul dan jahil.

Karena di dalam Salamatahari # 2 terdapat cerita tentang balon-balon sabun (yang ternyata adalah balon daun sepatu), setelah mengobrol sore itu, Dea memberikan Salamatahari # 2 untuk Ayi. Wajah Ayi memerah seperti air daun sepatu yang menggenang di pinggan plastiknya.

ngasihsalamatahari

Balon-balon daun sepatu terbang-terbang senang. Mereka yang dihadiahkan kepada jalan raya tak pernah mencari jalan pulang …

Sundea
Foto : Om Em

Ingin membaca cerita balon sabun di Salamatahari # 2 ? Bisa, lho, memesan Salamatahari # 2 ke pesan.salamatahari@gmail.com atau telp ke 021-99213800 (Iyah).

Penyalamatahari adalah teman-teman yang men-salamatahari dan menyalakan matahari.

1 comments:

Aditya Naratama mengatakan...

Kalo ada penodong, atau penjahat yang mengancam di tengah jalan, tiupkan saja lembut balon-balon sabun-daun.. kita lihat reaksinya gimana.. hmm...